Harga energi melonjak lagi, dan kali ini ancamannya disebut yang terparah sepanjang sejarah. Itulah peringatan keras dari Badan Energi Internasional (IEA). Konflik di Timur Tengah disebut jadi pemicu utamanya, memicu kekhawatiran global yang serius.
Lalu, apa solusinya? IEA punya sejumlah rekomendasi mendesak. Yang menarik, mereka mendorong pemerintah di berbagai negara untuk serius mempertimbangkan sistem kerja dari rumah atau WFH. Bukan cuma itu, langkah-langkah lain juga diajukan, mulai dari penerapan ganjil-genap untuk kendaraan pribadi, mendorong orang beralih ke transportasi umum, sampai mengurangi frekuensi perjalanan udara.
Intinya, semua bertujuan untuk satu hal: menghemat konsumsi energi dunia yang sedang tertekan.
Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA, tak menampik bahwa saran-saran ini bisa jadi ranah yang sensitif.
"Langkah ini mungkin sulit secara politis," ujarnya.
Artikel Terkait
Kemenhub Imbau Pemudik Tunda Perjalanan Balik Hindari Puncak 24 Maret
Gelombang Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padati Stasiun di Jakarta
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 167%
Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat 167%, Cipali Terapkan Satu Arah