China Batasi Kenaikan BBM Meski Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah

- Selasa, 24 Maret 2026 | 06:30 WIB
China Batasi Kenaikan BBM Meski Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah

Namun begitu, meski ditekan, kenaikan yang terjadi tetap saja signifikan. Ini disebut-sebut sebagai penyesuaian terbesar sepanjang sejarah, yang mendorong batas harga BBM mendekati level tertinggi pada 2022 lalu, saat Rusia menginvasi Ukraina.

Lalu, apa yang memicu semua ini? Pemicunya ya kondisi geopolitik yang lagi panas. Harga minyak melonjak di hari Senin setelah Garda Revolusi Iran mengancam akan menargetkan pembangkit listrik Israel dan fasilitas yang mendukung pangkalan AS di kawasan. Itu balasan atas serangan terhadap sektor kelistrikan mereka.

Akibatnya, Brent crude melesat naik USD1,57 ke level USD113,76 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS bahkan naik lebih tajam, USD3,09, sehingga berada di posisi USD101,32 per barel. Kenaikannya mencapai 3,15 persen angka yang cukup buat bikin pemerintah mana pun waswas.

Jadi, langkah China ini jelas upaya menahan gempuran. Mereka berusaha menjaga stabilitas dalam negeri, meski badai harga minyak menerjang dari luar. Pilihannya: ikuti mekanisme pasar dan riskan gelombang ketidakpuasan, atau kendalikan sementara dan serap sebagian gejolaknya. Mereka memilih opsi kedua.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar