Presiden Amerika Serikat Donald Trump punya usulan mengejutkan terkait Selat Hormuz. Dia mengusulkan agar selat strategis itu dikelola bersama oleh Iran dan AS. Ini disampaikannya di sela-sela klaim bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran sedang berlangsung.
"Kita akan lihat ke mana arahnya," ujar Trump kepada para wartawan, dengan nada yang khas.
Dia tampak optimis. "Kalau pembicaraan berjalan mulus, perang bisa diakhiri. Selat Hormuz pun bisa dibuka kembali dengan cepat," tambahnya.
Namun begitu, Trump enggan menyebutkan siapa sebenarnya negosiator dari pihak Iran itu. Dia hanya berkilah bahwa Washington sedang berbicara dengan "orang penting" dari Negeri Mullah tersebut. Yang jelas, menurutnya, itu bukan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Di sisi lain, laporan dari sejumlah media AS dan Israel punya dugaan lain. Mereka menyebut bahwa pejabat AS sebenarnya sedang bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Tapi ya, laporan ini langsung dibantah habis-habisan oleh media pemerintah Iran. Jadi, situasinya masih simpang siur.
Sebelumnya, Trump sudah lebih dulu menyinggung soal pembicaraan ini di media sosial. Dalam unggahannya, dia sekaligus mengumumkan penundaan rencana serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah ini, bagi banyak pengamat, cukup signifikan.
Tapi Iran punya cerita berbeda. Pihaknya membantah keras adanya pembicaraan apapun dengan AS. Mereka malah menyoroti motif lain di balik pernyataan Trump: sebuah upaya untuk menekan harga energi global dan sekaligus mengulur-ulur waktu untuk persiapan militer. Jadi, meski ada secercah harapan dari ucapan Trump, di lapangan, suasana masih tegang dan penuh saling tuduh.
Artikel Terkait
Prabowo Dorong ASEAN Bersatu Tegakkan Hukum Internasional dan Lindungi Warga di Timur Tengah
Prabowo Dorong ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
KPK Perpanjang Penahanan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 30 Hari
Tony Fernandes Bersiap Luncurkan Maskapai Baru di Tengah Tekanan Industri Penerbangan