Serangan Israel Tewaskan 7 Warga Sipil di Lebanon Selatan Jelang Gencatan Senjata

- Jumat, 17 April 2026 | 02:25 WIB
Serangan Israel Tewaskan 7 Warga Sipil di Lebanon Selatan Jelang Gencatan Senjata

Suasana di Ghazieh, Lebanon selatan, berubah jadi kacau balau. Serangan Israel menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil dan melukai puluhan lainnya tepatnya 33 orang. Yang bikin situasi makin pahit, serangan ini terjadi cuma beberapa jam sebelum gencatan senjata 10 hari antara kedua negara seharusnya mulai berlaku.

Media pemerintah Lebanon tak ragu menyebutnya sebagai "pembantaian terhadap warga sipil." Di lokasi, operasi pembersihan puing-puing masih terus dilakukan, sementara warga berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan.

Kementerian Kesehatan setempat mengonfirmasi angka tujuh korban jiwa itu. Tapi mereka juga bilang, angkanya masih bersifat pendahuluan. Bisa saja berubah. “Belum final,” begitu kira-kira pernyataan resminya.

Di sisi lain, dari seberang samudra, Presiden AS Donald Trump justru mengumumkan kabar yang seolah bertolak belakang dengan keadaan di lapangan. Menurutnya, Israel dan Lebanon sudah sepakat untuk gencatan senjata.

“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel,”

kata Trump lewat unggahan di Truth Social, Kamis lalu. Pernyataan itu kemudian dikutip oleh Al Jazeera.

Trump menambahkan, kedua pemimpin itu konon sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari. Waktunya mulai pukul 5 sore waktu AS bagian Timur.

“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST,”

tambahnya.

Jadi, begitulah situasinya. Di satu sisi, ada pengumuman gencatan senjata yang dirayakan dari kejauhan. Di sisi lain, di Ghazieh, asap masih mengepul dan keluarga-keluarga berduka. Jarak antara kata-kata di meja perundingan dan realita di tanah berdebu, sekali lagi, terasa begitu jauh.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar