Di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026) lalu, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese akhirnya menyepakati Traktat Keamanan Bersama. Penandatanganan itu jadi penutup pertemuan bilateral mereka. Lantas, apa sebenarnya yang didapat Indonesia dari perjanjian ini?
Dari sisi delegasi, Prabowo tampil didampingi sejumlah nama penting. Ada Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara Albanese datang bersama Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong.
Pertanyaan besarnya tetap: apa untungnya buat kita?
Menlu Sugiono, yang juga Sekjen Gerindra, mencoba menjawabnya usai acara. Menurutnya, posisi Indonesia dan Australia saat ini sangat dipengaruhi dinamika global dan regional. Semuanya saling terkait, kata dia, sehingga kerja sama dan komunikasi antarnegara bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Penjelasan itu dia sampaikan di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan.
Artikel Terkait
Pengelola Terapkan Sistem Buka-Tutup Rest Area KM 52B untuk Antisipasi Macet Jakarta-Cikampek
Rudal Iran Tembus Pertahanan Udara Israel di Dekat Fasilitas Nuklir Dimona
Rudal Iran Tembus Sistem Davids Sling, Lukai Puluhan di Israel Selatan
Puncak Arus Balik Lebaran di Ketapang-Gilimanuk Diprediksi 26-29 Maret 2026