murianetwork.com - Selama 10 tahun terakhir antara tahun 2014 - 2015, pemerintah Indonesia fokus menggenjot pembangunan infrastruktur daerah 3T yaitu titik - titik wilayah Terluar, Tersepan dan Tertinggal.
Pembangunan infrastruktur di daerah 3T itu bukan tanpa sebab, hal tersebut bagian dari bukti nyata bahwa pemerintah hadir membangun infrastruktur secara merata ke seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peran infrastruktur di suatu daerah memiliki dua peran utama. Pertama, infrastruktur ekonomi sebagai sarana produksi dan penunjang pertumbuhan suatu wilayah seperti jalan tol, bendungan dan energi.
Kedua, infrastruktur sosial, sebagai pemenuhan layanan dasar masyarakat seperti penyediaan air bersih dan air minum, jalan dan jembatan gantung, perumahan, sanitasi dan irigasi
Dilansir murianetwork.com dari laman indonesia.go.id, salah satu titik 3T yang sedang digarap adalah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, yang merupakan wilayah paling utara di Indonesia Timur.
Wilayah yang berbatasan langsung dengan Mindanao, Filipina Selatan itu memiliki total luas 38.051,02 Km2 dan 95% nya adalah lautan, sementara sisanya adalah wilayah daratan.
Peningkatan infrastruktur dasar Kepulauan Talaud ini terdiri dari berbagai kegiatan reguler, antara lain infrastruktur air minum, sanitasi penataan wilayah dan pendidikan.
Proyek besar ini dilakukan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Utara yang nilai investasinya bernilai total Rp. 122,7 miliar dengan rincian infrastruktur air sebesar Rp. 53 miliar, infrastruktur sanitasi sebesar Rp. 30,2 miliar, penataan wilayah sebesar Rp. 9,7 miliar dan pendidikan sebesar Rp. 30,8 miliar.
Selain infrastruktur sosial, di Kepulauan Talaud tengah dibangun untuk infrastruktur ekonomi berupa pembangunan seluruh jalan sepanjang 199 km di Pulau Talaud ditargetkan akan terhubung dan teraspal seluruhnya.
Pengembangan konektivitas tersebut telah dilakukan dari 2015 secara bertahap dan berlangsung hingga sekarang. Salah satu program yang dilaksanakan Direktorat Bina Marga PUPR yaitu perbaikan jalan aspal total sepanjang 124 Km.
Dari target 124 km tersebut sepanjang 2015 hingga 2023 telah rampung perbaikan kondisi jalan sepanjang 82 km, dan sisanya akan dilanjutkan dan dikebut pada 2024 sepanjang 42 km lagi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Putra Mahkota Norwegia Divonis Empat Tahun Penjara Atas Kasus Pemerkosaan dan Kekerasan
Pekerja Kena PHK Berhak Dapat Manfaat Tunai 60 Persen dari Upah Selama Enam Bulan lewat Program JKP
ESDM Siapkan Rp5,2 Triliun untuk Bangun Jaringan Gas Bagi 959 Ribu Rumah Tangga pada 2027
Menag Ajak Umat Jadikan Momentum Muharam untuk Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial