Australia Desak Warganya di Iran: Segera Pergi, Situasi Makin Memburuk

- Rabu, 07 Januari 2026 | 23:10 WIB
Australia Desak Warganya di Iran: Segera Pergi, Situasi Makin Memburuk

Australia punya pesan singkat tapi tegas untuk warganya yang saat ini ada di Iran: segera pergi. Imbauan resmi itu dikeluarkan pemerintah mereka Rabu lalu, menyusul situasi keamanan yang dinilai makin tidak menentu di sana. Intinya, jangan ditunda lagi.

"Jika Anda berada di Iran, Anda harus segera pergi," begitu bunyi peringatan perjalanan yang dirilis pemerintah Australia, seperti dilaporkan AFP.

Peringatan itu juga menyebutkan, aksi protes yang berpotensi kekerasan tengah berlangsung di berbagai wilayah. Situasinya bisa memburuk kapan saja, tanpa ada tanda-tanda peringatan sebelumnya. "Situasi keamanannya tidak menentu," begitu penjelasan tambahan dari pihak berwenang.

Semua ini berawal dari aksi para pedagang di Teheran yang menutup toko mereka pada akhir Desember lalu. Kemarahan atas melonjaknya harga-harga kebutuhan sehari-hari jadi pemicunya. Namun begitu, api kemarahan itu dengan cepat menjalar, terutama ke wilayah barat Iran kawasan yang banyak dihuni oleh komunitas minoritas seperti Kurdi dan Lor.

Menurut organisasi Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, respons aparat keamanan terhadap gelombang unjuk rasa ini sudah memakan korban jiwa. Setidaknya 27 pengunjuk rasa dilaporkan tewas, dan yang memilukan, lima di antaranya masih anak-anak di bawah 18 tahun.

Di sisi lain, otoritas Iran juga menyatakan ada anggota pasukan keamanan yang gugur. Salah satunya, seorang polisi yang tewas ditembak pada hari Selasa.

Laporan terbaru yang beredar menyebutkan, angka korban tewas akibat kekerasan sepanjang Selasa kemarin terus bertambah. Setidaknya, total korban jiwa kini mencapai 35 orang. Situasinya masih berkembang, dan banyak yang khawatir angka itu belum akan berhenti di sana.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar