PSM Makassar Dihukum FIFA Larangan Transfer Tiga Bursa Beruntun

- Senin, 23 Maret 2026 | 14:00 WIB
PSM Makassar Dihukum FIFA Larangan Transfer Tiga Bursa Beruntun
PSM Makassar Terkena Sanksi Lagi

MAKASSAR – Lagi-lagi, PSM Makassar harus menelan pil pahit dari FIFA. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu dikenai sanksi larangan transfer untuk tiga periode bursa beruntun. Ini adalah sanksi keempat mereka di musim 2025/2026 yang belum juga usai.

Bahkan dalam bulan Maret saja, nama PSM dua kali muncul dalam daftar hitam FIFA: pada 9 Maret dan 20 Maret 2026. Sumber menduga, sanksi ini berkaitan dengan sengketa gaji yang belum tuntas dengan dua pemain asing, Daisuke Sakai dan Alosio Neto.

Yang cukup ironis, kabar buruk ini datang justru ketika para pemain dan ofisial tengah menikmati libur Lebaran bersama keluarga. Tekanan pun bertambah. Di lapangan, mereka berjuang menghindari degradasi. Di meja manajemen, masalah demi masalah terus berdatangan.

Sejujurnya, ini bukan cerita baru bagi PSM. Masalah serupa sudah berulang. Awalnya pada 8 Oktober 2025, mereka kena sanksi gara-gara sengketa dengan mantan pelatih Bernardo Tavares. Belum selesai, giliran mantan pemain Lucas Dias yang menagih haknya.

Lalu di Januari 2026, giliran pemain asing lain yang gajinya tertunggak. Belum lagi soal perekrutan Luka Cumic sebagai pengganti Abu Kamara pada 29 Januari, yang juga berujung sanksi. Dan kini, di pertengahan Maret, masalah baru muncul terkait pelatih Tomas Trucha.

Beban Berat Pasukan Ramang

Beban yang ditanggung manajemen Pasukan Ramang jelas semakin berat. Persaingan di liga makin sengit, sementara mereka justru dibelit larangan transfer tepat di saat bursa putaran pertama akan dibuka. Situasi ini sungguh tidak ideal.

Belum lagi soal ketidakpastian masa depan Tomas Trucha. Meski secara status masih tercatat sebagai pelatih, namun keputusan final soal posisinya masih menggantung. Ada nuansa ketegangan yang terasa di internal klub.

FIFA dan Masa Depan PSM Makassar

Sampai berita ini diturunkan, manajemen PSM masih bungkam. Sulaiman Abdul Karim, Media Officer klub, belum bisa memberikan konfirmasi atau penjelasan apa pun.

Namun, dalam sebuah konferensi pers sebelumnya, Asisten Pelatih Ahmad Amiruddin sedikit memberi gambaran. Ia mengaku keputusan soal Trucha masih dibahas secara internal.

"Kami masih rapatkan keputusan terkait masa depan pelatih, karena pengambilan keputusan di manajemen tidak bisa dilakukan secara sepihak," ungkap Amiruddin.

Di sisi lain, penunjukan Zulkifli Syukur sebagai direktur teknik memberi sinyal bahwa kendali operasional tim kini lebih banyak di tangan dia dan Amiruddin. Trucha seolah berada di posisi yang limbung.

Dengan semua masalah ini, PSM harus cepat menemukan solusi. Fokus mereka sangat dibutuhkan untuk bertahan di Super League. Sanksi FIFA yang berulang bukan hanya soal denda atau larangan, tapi menggerus kestabilan dan masa depan tim. Jika terus dibiarkan, bahaya yang lebih besar bisa mengintai.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar