Persija Jakarta mulai berdamai dengan kenyataan pahit dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Di tengah persaingan yang semakin menipis menuju akhir musim, Macan Kemayoran perlahan mengibarkan bendera putih bukan karena menyerah sepenuhnya, tetapi karena sadar bahwa jalan menuju podium juara kini nyaris mustahil ditembus.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, secara terbuka mengakui peluang timnya untuk menjadi juara tinggal sangat kecil: hanya satu persen. Sebuah pengakuan yang terdengar realistis sekaligus menyakitkan bagi klub sebesar Persija yang sejak awal musin memikul ekspektasi tinggi dari jutaan Jakmania. Namun, di balik nada pesimistis itu, Souza memastikan satu hal: Persija belum berhenti bertarung.
Macan Kemayoran masih ingin menjaga harga diri di sisa musim. Jika trofi mulai menjauh, setidaknya mereka ingin tetap menjadi penentu arah perebutan gelar antara dua rival utama di papan atas, Persib Bandung dan Borneo FC. Saat ini, Persija berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 65 poin, tertinggal tujuh angka dari Persib Bandung dan Borneo FC yang sama-sama memuncaki persaingan juara musim ini.
Secara matematis, peluang itu memang masih ada. Dengan tiga pertandingan tersisa, Persija masih bisa menyamai perolehan poin para pesaingnya. Namun, syaratnya sangat berat: mereka harus menyapu bersih seluruh laga tersisa sambil berharap Persib dan Borneo FC terpeleset di waktu bersamaan. Dalam situasi seperti itu, Souza memilih berbicara apa adanya.
“Sejujurnya, peluang juara mungkin tinggal satu persen. Selama masih ada peluang secara matematis, kami akan terus berjuang untuk itu. Namun, Borneo dan Bandung adalah tim yang sangat konsisten sepanjang kompetisi,” kata Souza saat ditemui di Persija Training Ground, Kamis (7/5/2026).
Ucapan tersebut menggambarkan bagaimana Persija melihat realitas persaingan musim ini. Persib Bandung dan Borneo FC memang tampil jauh lebih stabil sepanjang kompetisi. Kedua tim nyaris tidak kehilangan momentum di fase krusial, sementara Persija justru beberapa kali kehilangan poin penting saat peluang mendekat ke puncak klasemen. Inkonsistensi itulah yang perlahan membuat Persija tertinggal.
Padahal, di atas kertas, kualitas skuad Macan Kemayoran tidak kalah bersaing. Mereka memiliki pemain-pemain berpengalaman, kedalaman tim yang cukup baik, serta dukungan besar dari suporter. Namun, sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, melainkan juga kemampuan menjaga ritme sepanjang musim. Di titik itulah Persib Bandung dan Borneo FC terlihat lebih siap.
Meski begitu, Souza menolak jika timnya disebut sudah menyerah. Pelatih asal Brasil itu memastikan Persija tetap akan tampil agresif dan memburu kemenangan di setiap pertandingan tersisa, termasuk saat menghadapi Persib Bandung dalam laga klasik penuh gengsi akhir pekan ini. Bahkan, Souza cukup percaya diri timnya mampu mengalahkan Maung Bandung.
“Tim kami sama sekali tidak takut untuk bermain. Tim kami adalah tim yang bermain menyerang dan selalu memburu kemenangan. Saya pikir kami punya peluang besar untuk mengalahkan Bandung. Kami datang ke sana untuk memenangkan pertandingan,” tegas Souza.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Persija masih ingin memainkan peran penting dalam perebutan gelar. Jika mereka mampu menumbangkan Persib Bandung, dampaknya bisa sangat besar terhadap peta persaingan juara. Kemenangan Persija bukan hanya menjaga asa tipis mereka sendiri, tetapi juga berpotensi menguntungkan Borneo FC dalam perebutan posisi puncak klasemen. Karena itulah duel Persija kontra Persib kali ini terasa lebih dari sekadar laga klasik dua rival besar. Pertandingan ini bisa menjadi titik penentu arah gelar juara Super League musim ini.
Persija datang dengan misi menjaga harapan dan harga diri. Sementara Persib membawa ambisi besar untuk tetap bertahan di jalur juara. “Tetapi memang, untuk menjadi juara sangat sulit. Meski begitu, kami tetap harus datang dan memenangkan pertandingan, seperti yang selalu kami lakukan melawan semua lawan di liga. Kami selalu mengejar kemenangan,” sambung Souza.
Sebagaimana diketahui, Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026. Namun, laga panas tersebut tidak akan berlangsung di Jakarta. Macan Kemayoran harus menjamu rival abadinya itu di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan tersendiri bagi Souza. Sebab, laga sebesar Persija kontra Persib idealnya dimainkan di hadapan atmosfer penuh tekanan dari puluhan ribu suporter di ibu kota. Alih-alih mendapatkan keuntungan kandang penuh, Persija justru harus memainkan laga penting itu jauh dari rumah sendiri.
Situasi ini memunculkan nuansa yang berbeda dalam duel klasik penuh rivalitas tersebut. “Ini akan menjadi pertandingan antara dua tim besar dan bakal menjadi laga yang hebat. Sangat disayangkan lapangannya tidak berada dalam kondisi yang baik,” pungkas Souza.
Kini, Persija berada di persimpangan yang rumit. Mereka memang belum benar-benar tersingkir dari perebutan gelar, tetapi nasib tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Macan Kemayoran hanya memiliki dua pilihan di sisa musim: terus berjuang hingga peluang terakhir benar-benar tertutup, atau secara tidak langsung menjadi penentu siapa yang layak berdiri di singgasana juara antara Persib Bandung dan Borneo FC. Semuanya bisa dimulai dari Samarinda.
Artikel Terkait
PSM Makassar Buktikan Daya Tarik sebagai Rumah Pemain Asing: Yuran dan Victor Luiz Bertahan di Tengah Isu Sanksi FIFA
PSM Makassar Buktikan Diri Masih Jadi Rumah Nyaman bagi Pemain Asing di Tengah Ancaman Sanksi FIFA
Peluang Juara Persija Tinggal Satu Persen, Souza Akui Berat tapi Tak Menyerah
Ferran Torres: Tekanan di El Clasico Justru Lebih Rendah karena Ini Laga Impian