Suasana pagi di Pelabuhan Rauf Rahman, Selayar, mendadak berubah jadi mencekam. Senin (16/3) sekitar pukul 06.30 Wita, sebuah ledakan keras mengguncang dermaga, disusul kobaran api yang melahap KM Cipta Anugerah. Dua nyawa melayang dalam insiden tragis itu.
Kapal itu sebenarnya sedang bersiap berangkat ke Kecamatan Pasimarannu. Namun, rencana berubah saat ada kapal lain, Dharma Kartika, yang hendak bersandar. KM Cipta Anugerah pun diminta untuk bergeser dari tempatnya.
Menurut keterangan Kepala Bidang Damkar Selayar, Abdul Rahman, malapetaka terjadi tepat saat mesin kapal dinyalakan untuk berpindah posisi.
"Karena tempat untuk sandar kapal Dharma Kartika itu ditempati KM Cipta Anugerah, maka diminta untuk bergeser dari lokasi. Nah, pada saat itulah, tiba-tiba ada ledakan," ujar Rahman.
Ledakan itu, diduga kuat, berasal dari tumpukan ribuan tabung gas di dalam palka. Kondisinya sudah penuh sesak. Tekanan udara di dalamnya sangat tinggi.
Lalu apa pemicunya? Petugas menduga ada kombinasi fatal: kebocoran gas dan korsleting listrik di bagian mesin. "Sedikit saja percikan, itu bisa langsung terbakar," jelas Rahman. Situasi jadi makin sulit karena kapal juga membawa drum-drum berisi BBM, menghambat upaya pemadaman.
Kobaran api yang begitu cepat membuat dua orang tak sempat menyelamatkan diri. Mereka adalah kapten kapal, Aryadin (40), dan seorang awak bernama Jaya (40).
"Dua orang meninggal," kata Danpos SAR Selayar Ronaldhi, mengonfirmasi korban jiwa. Aryadin terjebak di tengah lautan api, sementara Jaya terperangkap di ruang mesin.
Kini, pelabuhan itu kembali sunyi. Menyisakan pertanyaan dan duka mendalam bagi keluarga korban. Sebuah pagi yang seharusnya biasa, berakhir dengan tragedi memilukan.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Judi Online, Judi Darat, dan Peredaran Narkoba dalam Operasi Besar-besaran
DJP Kumpulkan Rp6,81 Triliun Pajak dari Ekonomi Digital hingga Mei 2026
Wakil Ketua Komisi III DPR Apresiasi Lonjakan Kepercayaan Publik ke Polri Capai 82,4 Persen
Menteri Prasetyo Hadi: PHK Tak Hanya Akibat Gangguan Bahan Baku, Juga Konflik Manajemen dan Masalah Bank