JAKARTA - Pagi ini, IHSG sempat memberikan sentuhan optimis. Pada pembukaan perdagangan Senin (20/4/2026), indeks langsung melesat menguat 0,39 persen ke level 7.663,40. Sayangnya, euforia itu tak bertahan lama. Hanya dalam hitungan menit, grafik berbalik arah dan IHSG tercatat melemah tipis 0,05 persen ke posisi 7.630.
Pergerakan saham di awal pekan ini terbilang beragam. Dari papan pencatatan, ada 269 saham yang masih bertahan di zona hijau. Namun, jumlah saham yang melemah sedikit lebih banyak, yakni 288 emiten. Sementara itu, tak kurang dari 402 saham lainnya cenderung stagnan, seolah menunggu sinyal lebih jelas. Transaksi awal sudah cukup aktif, menyentuh nilai Rp1,3 triliun dengan volume perdagangan mencapai 2,9 miliar lembar saham.
Kalau dilihat dari indeks acuan lainnya, pelemahan juga terasa. Indeks LQ45 turun 0,13 persen ke 757, disusul IDX30 yang melemah 0,15 persen ke 402. Indeks JII pun ikut merosot 0,04 persen. Di tengah tekanan itu, masih ada sedikit cahaya dari indeks MNC36 yang berhasil naik 0,09 persen.
Di sisi lain, performa sektoral tampak terbelah. Ada beberapa sektor yang cukup tangguh bertahan di wilayah positif, seperti konsumer non-siklikal, infrastruktur, dan properti. Sektor transportasi dan kesehatan juga ikut menguat. Namun begitu, tekanan justru datang dari sektor-sektor besar lain. Energi, keuangan, dan bahan baku misalnya, sama-sama tercatat melemah, diikuti oleh industri dan teknologi yang ikut terseret.
Nah, untuk saham-saham individual, ada beberapa nama yang mencuri perhatian karena kinerjanya yang cemerlang. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) memimpin deretan penguat atau top gainers, ditemani oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR).
Sebaliknya, posisi top losers diisi oleh saham-saham yang harganya terkoreksi cukup dalam. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) ada di puncak daftar ini, bersama PT City Retail Developments Tbk (NIRO) dan PT Panca Anugrah Wisena Tbk (MGLV).
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp44.000 per Gram di Awal Pekan
Analis Proyeksikan IHSG Terjebak Rentang Sempit Pekan Ini, Volatilitas Tinggi Dipicu Geopolitik dan Kebijakan BI
Harga Minyak Melonjak 8% Usai AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz
Analis Proyeksikan Pembalikan Arah IHSG Didorong Pertumbuhan Laba dan Komitmen Fiskal