ESDM Siapkan Rp5,2 Triliun untuk Bangun Jaringan Gas Bagi 959 Ribu Rumah Tangga pada 2027

- Selasa, 16 Juni 2026 | 00:15 WIB
ESDM Siapkan Rp5,2 Triliun untuk Bangun Jaringan Gas Bagi 959 Ribu Rumah Tangga pada 2027

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,2 triliun pada tahun anggaran 2027 untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (jargas) bagi rumah tangga di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses energi bersih sekaligus menekan ketergantungan pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa program perluasan jargas rumah tangga tersebut merupakan bagian dari kontrak multiyears untuk periode 2026 hingga 2028. Anggaran sebesar Rp5,2 triliun akan digunakan untuk membangun 959.232 sambungan rumah serta menyediakan jasa konsultan pengawas. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI pada Senin, 15 Juni 2026.

Sementara itu, total Pagu Indikatif Kementerian ESDM untuk Tahun Anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp27,33 triliun. Angka ini berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 82 persen atau senilai Rp22,48 triliun diprioritaskan untuk belanja program strategis dan pembangunan infrastruktur fisik.

Di luar program jargas rumah tangga, alokasi infrastruktur energi di sektor minyak dan gas bumi juga mencakup beberapa proyek pipa transmisi. Pemerintah menganggarkan Rp3,9 triliun untuk pembangunan satu ruas pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei yang masuk dalam kontrak multiyears 2025 hingga 2027. Selain itu, terdapat anggaran sebesar Rp702,3 miliar untuk pembangunan pipa transmisi gas Semarang-Solo-Jogja pada periode 2026 hingga 2028, serta Rp577 miliar untuk pipa transmisi gas Cirebon-Bandung pada periode yang sama.

"Pemerintah terus mempercepat perluasan jargas rumah tangga sebagai salah satu strategi menekan ketergantungan pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG)," kata Tri Winarno. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar