Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Dihajar Swedia 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

- Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Dihajar Swedia 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Kekalahan telak 5-1 dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Minggu (14/6), langsung berujung pada pemecatan pelatih kepala tim nasional Tunisia, Sabri Lamouchi. Keputusan sepihak dari federasi sepak bola setempat ini diambil hanya beberapa jam setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan, menjadikannya salah satu kejutan terbesar di awal turnamen.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Friends Arena, Solna, Swedia tampil dominan sejak menit awal. Agresivitas serangan yang dibangun tim Skandinavia itu tak mampu dibendung lini pertahanan Tunisia. Swedia sukses mencetak lima gol melalui aksi Yasin Ayari yang mencetak dua gol, Alexander Isak, Viktor Gyökeres, dan Mattias Svanberg. Satu-satunya gol balasan dari Tunisia dicetak oleh Omar Rekik.

Hasil buruk ini langsung membuat posisi Tunisia di Grup F berada dalam tekanan berat. Mereka harus segera bangkit jika masih ingin mempertahankan asa melangkah ke babak selanjutnya. Namun, langkah pertama yang diambil federasi bukanlah evaluasi teknis jangka panjang, melainkan keputusan drastis mengganti nahkoda di tengah perjalanan.

Kabar pemecatan Lamouchi pertama kali menyebar luas melalui unggahan jurnalis transfer kenamaan, Fabrizio Romano. Melalui akun media sosialnya, Romano mengonfirmasi keputusan tersebut dengan nada tegas.

“BREAKING: TUNISIA SACK HEAD COACH SABRI LAMOUCHI AFTER OPENING GAME DEFEAT!” tulisnya.

Sementara itu, federasi sepak bola Tunisia dikabarkan telah menyiapkan Mondher Kebaier sebagai pelatih interim untuk sisa pertandingan fase grup. Kebaier bukanlah wajah baru di skuad The Eagles of Carthage. Ia pernah menangani tim nasional pada periode sebelumnya dan dianggap memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin tim dalam situasi darurat.

“Plans are under way to appoint Mondher Kebaier as the new national team coach on an interim basis, Federation confirm,” tulis Fabrizio Romano dalam unggahan lanjutan.

Pergantian pelatih di tengah turnamen besar tentu bukan situasi yang ideal. Namun, federasi tampaknya berharap langkah cepat ini mampu memberikan efek psikologis positif bagi para pemain. Tunisia masih harus menjalani pertandingan sisa di Grup F, dan tekanan untuk meraih hasil positif semakin besar. Tanpa kemenangan di laga berikutnya, peluang mereka untuk melaju ke babak knockout bisa tertutup lebih awal.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar