Kementan Gandeng BRIN dan Kampus, Uji Coba Alat Panjat Kelapa hingga Traktor Terapung

- Kamis, 12 Maret 2026 | 13:35 WIB
Kementan Gandeng BRIN dan Kampus, Uji Coba Alat Panjat Kelapa hingga Traktor Terapung

Selain itu, ada pula traktor terapung yang dirancang khusus untuk lahan basah. Biayanya disebut lebih murah. Meski masih dalam tahap uji coba, teknologi ini dinilai punya potensi besar untuk memudahkan kerja di sawah.

Tak ketinggalan, Kementan juga melirik teknologi dryer portable. Alat pengering yang bisa dibawa ke sawah atau kebun ini dinilai sangat praktis. "Ini sangat bagus. Insya Allah kalau operasionalnya bagus, kami akan tambah tahun depan," kata Amran penuh harap.

Kerja sama ini ternyata lebih luas dari sekadar alat mesin. Ruang lingkupnya merambah ke pengembangan benih unggul dan inovasi peternakan. Salah satunya adalah program pengembangan ayam lokal berproduktivitas tinggi hasil kerja sama dengan UNHAS.

"Nah, seperti inilah yang sebenarnya kita harus lakukan. Ada dari UNHAS, ada ayam. Ini penting banget. Mungkin tahun depan kita mulai," tambahnya.

Amran meyakini, sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan kampus adalah kunci. Untuk mempercepat inovasi, sekaligus menguatkan daya saing komoditas nasional di pasar global.

Kolaborasi ini melibatkan beberapa perguruan tinggi terkemuka, seperti ITS, ITB, IPB, Universitas Andalas, dan Universitas Hasanuddin. Langkah nyata yang patut ditunggu hasilnya di lapangan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar