Alaska diguncang hebat dini hari tadi. Tepatnya pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul tiga lebih empat puluh satu menit pagi waktu Indonesia, gempa berkekuatan magnitudo 7,0 melanda wilayah tersebut. Getarannya terasa kuat.
Menurut analisis BMKG, pusat gempa atau episenternya terletak di 60,359° Lintang Utara dan 139,546° Bujur Barat. Yang bikin ngeri, gempa ini terjadi di kedalaman yang sangat dangkal, cuma 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Daryono, selaku Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan apa yang terjadi di balik gempa dahsyat ini.
"Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di zona lempeng mikro Yakutat, dengan mekanisme pergerakan geser," jelasnya.
Namun begitu, ada kabar baik yang disampaikan pihak berwenang. Untuk masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah pesisir, bisa sedikit lega.
Daryono memastikan gempa Alaska ini tidak berpotensi memicu tsunami yang sampai ke wilayah kita.
“Hasil analisis kami menunjukkan bahwa gempa M7,0 di Alaska ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Masyarakat pesisir di Indonesia diimbau tetap tenang," tegasnya dalam keterangan resmi yang dikeluarkan hari ini juga.
Di sisi lain, guncangan utama ternyata belum benar-benar reda. Hingga pukul 04.05 WIB, BMKG sudah mendeteksi dua gempa susulan. Kekuatannya cukup signifikan, yakni magnitudo 5,6 dan 5,3. Sampai saat ini, belum ada laporan resmi soal kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat bencana tersebut. Situasi masih terus dipantau.
“BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempabumi ini dan segera menginformasikannya kepada stakeholder, media, dan masyarakat,” pungkas Daryono.
Nah, itulah update terbarunya. Kita tunggu saja info selanjutnya.
Artikel Terkait
22.617 Warga Tinggalkan Jakarta Usai Lebaran, Hampir Dua Kali Lipat Jumlah Pendatang Baru
Pattynama Optimis Persija Kalahkan Persib di Laga El Clasico
Timnas Indonesia U-17 Tahan Gempuran China di Babak Pertama Piala Asia U-17
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB