Volkswagen Pangkas 50.000 Pekerjaan Hingga 2030 Imbas Laba Anjlok

- Kamis, 12 Maret 2026 | 12:35 WIB
Volkswagen Pangkas 50.000 Pekerjaan Hingga 2030 Imbas Laba Anjlok

Ia menambahkan, "Kita kini beroperasi dalam iklim bisnis yang sangat berbeda."

Memang, tekanan datang dari berbagai penjuru. Tarif impor mobil dari AS yang digenjot mantan Presiden Donald Trump hingga 25 persen, misalnya, membuat kondisi pasar global semakin pelik. Di sisi lain, persaingan dengan produsen China kian sengit. Merek-merek dari Tirai Bambu itu tak hanya mendominasi pasar domestik, tapi juga mulai merangsek masuk ke jantung Eropa.

Volkswagen dan produsen Jerman lain seolah terjepit. Dulu, China adalah pasar emas yang mendongkrak penjualan. Kini, permintaan dari sana justru meredup. Sementara transisi besar-besaran menuju kendaraan listrik membutuhkan biaya yang tidak sedikit, di saat pendapatan justru menyusut.

Jadi, rencana pengurangan tenaga kerja ini bisa dibilang sebagai langkah penyelamatan. Sebuah respons yang terpaksa diambil untuk menghadapi realitas bisnis yang benar-benar baru. Masa depan industri otomotif Jerman, setidaknya untuk Volkswagen, akan melewati fase penyesuaian yang cukup berat dalam beberapa tahun ke depan.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar