Kalau prosesnya transparan, kredibilitas BUMN di mata investor dan lembaga pemeringkat bisa melambung. Sebaliknya, jika perubahan ini cuma dipandang sebagai polesan kosmetik untuk mempercantik laporan keuangan, ya akibatnya bisa buruk. Justru memicu ketidakpastian.
"Untuk itu, alignment dengan standar global dan transparansi komunikasi publik menjadi kunci," tegasnya.
Ada satu hal lagi yang ia ingatkan. Reset ini harus menyentuh sistem insentif manajemen, mekanisme pengawasan, dan indikator kinerja yang berorientasi pada penciptaan nilai. Jangan cuma struktur dan administrasi yang diutak-atik.
Kalau cuma itu, risikonya besar: resistensi internal. Karyawan dan manajemen bisa ogah-ogahan.
"Jika perubahan hanya bersifat administratif, resistensi akan tetap muncul. Tetapi jika reformasi menciptakan insentif yang lebih jelas dan profesional, maka adaptasi biasanya dapat terjadi secara bertahap. Berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi sangat bergantung pada perubahan sistem insentif dan akuntabilitas manajemen," papar Revindo.
Di sisi lain, pihak Danantara Indonesia sendiri telah menyampaikan komitmennya. Rohan Hafas, Managing Director Stakeholder Management Danantara, menegaskan reset ini bagian dari komitmen manajemen baru.
"Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel," jelas Rohan.
Jadi, langkahnya sudah diambil. Tinggal eksekusi dan konsistensinya yang akan menentukan akhirnya. Apakah ini benar-benar jadi awal kebangkitan, atau sekadar wacana lagi? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Tinjau Tanah Abang, Klaim Daya Beli Masih Kuat
Menteri Keuangan G7 Gelar Rapat Darurat Bahas Pelepasan Cadangan Minyak
Polda Metro Jaya Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Mudik Lebaran 2026
Menteri Keuangan Kunjungi Tanah Abang, Tanggapi Harapan Pedagang Jelang Lebaran