Peneliti Soroti Kunci Transparansi dan Insentif dalam Governance Reset BUMN

- Senin, 09 Maret 2026 | 11:35 WIB
Peneliti Soroti Kunci Transparansi dan Insentif dalam Governance Reset BUMN

Kalau prosesnya transparan, kredibilitas BUMN di mata investor dan lembaga pemeringkat bisa melambung. Sebaliknya, jika perubahan ini cuma dipandang sebagai polesan kosmetik untuk mempercantik laporan keuangan, ya akibatnya bisa buruk. Justru memicu ketidakpastian.

"Untuk itu, alignment dengan standar global dan transparansi komunikasi publik menjadi kunci," tegasnya.

Ada satu hal lagi yang ia ingatkan. Reset ini harus menyentuh sistem insentif manajemen, mekanisme pengawasan, dan indikator kinerja yang berorientasi pada penciptaan nilai. Jangan cuma struktur dan administrasi yang diutak-atik.

Kalau cuma itu, risikonya besar: resistensi internal. Karyawan dan manajemen bisa ogah-ogahan.

"Jika perubahan hanya bersifat administratif, resistensi akan tetap muncul. Tetapi jika reformasi menciptakan insentif yang lebih jelas dan profesional, maka adaptasi biasanya dapat terjadi secara bertahap. Berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi sangat bergantung pada perubahan sistem insentif dan akuntabilitas manajemen," papar Revindo.

Di sisi lain, pihak Danantara Indonesia sendiri telah menyampaikan komitmennya. Rohan Hafas, Managing Director Stakeholder Management Danantara, menegaskan reset ini bagian dari komitmen manajemen baru.

"Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel," jelas Rohan.

Jadi, langkahnya sudah diambil. Tinggal eksekusi dan konsistensinya yang akan menentukan akhirnya. Apakah ini benar-benar jadi awal kebangkitan, atau sekadar wacana lagi? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar