LAS VEGAS Floyd Mayweather punya rencana besar. Sebelum akhirnya kembali berhadapan dengan Manny Pacquiao pada September 2026 nanti, petinju legendaris itu justru akan menyibukkan diri dengan serangkaian pertarungan eksibisi. Pengumuman ini langsung menyulut spekulasi dan antusiasme di dunia olahraga.
Mayweather, yang karir profesionalnya sempurna dengan 50-0, memang sudah mengalahkan Pacquiao lewat keputusan mutlak sepuluh tahun silam. Tapi rupanya, duel ulang itu bukan satu-satunya yang dia siapkan.
Yang paling mengejutkan, dia menyiapkan eksibisi melawan mantan juara dunia kelas berat yang ditakuti, Mike Tyson. Jadwal pastinya memang belum keluar, tapi kabar yang beredar menyebut laga ini akan digelar di tahun 2026 juga. Bayangkan saja, dua nama besar dari generasi berbeda akhirnya satu ring.
Namun begitu, sebelum Tyson, ada pertarungan lain yang lebih dulu. Mayweather dikabarkan akan ke Athena, Yunani, pada 27 Juni untuk menghadapi Mike Zambidis, legenda kickboxing dengan 18 gelar juara dunia. Zambidis terakhir bertinju pada 2019, dan kickboxing pada 2015. Ini jelas bukan lawan main-main.
Masih ada lagi. Menurut laporan, satu eksibisi lainnya kemungkinan digelar di Republik Demokratik Kongo pada 25 April. Jadi, dalam hitungan bulan, Mayweather akan bolak-balik ring untuk memanas-manasi diri.
Sejak pensiun profesional usai menang atas Conor McGregor tahun 2017, Mayweather memang tak pernah benar-benar absen. Dia masih rutin turun dalam laga eksibisi, menghadapi berbagai karakter mulai dari influencer seperti Logan Paul hingga petarung seperti Aaron Chalmers. Ini adalah strateginya untuk tetap relevan dan, tentu saja, menghasilkan.
Di akun Instagram-nya pada 2 Maret 2026, Mayweather sudah mulai memanas-manasi suasana. Dia membagikan poster promosi dengan caption yang penuh keyakinan.
"2026 sudah membentuk diri sebagai tahun yang mengasyikkan. Eropa, aku siap menghibur!! Athens, Yunani… Bersiaplah untuk pertarungan eksibisi total. Musim panas ini akan menjadi legendaris. Juni adalah bulan untuk mencetak sejarah di Telekom Center. Energi berbeda. Level berbeda."
Unggahan itu langsung diserbu komentar penggemar. Reaksinya beragam. Ada yang menyindirnya sibuk mencari uang, tapi tak sedikit yang justru menyoroti duel dengan Zambidis sebagai pertarungan berbahaya karena latar belakang kickboxing lawannya. Mereka penasaran, bagaimana gaya Mayweather menghadapi tekanan seperti itu.
Pada akhirnya, rangkaian eksibisi ini punya tujuan yang jelas. Selain tentu saja menghibur, ini adalah cara 'Money' Mayweather menjaga ritme dan membangun momentum. Semua mengerucut pada satu titik: pertemuan ulang yang sudah ditunggu melawan Manny Pacquiao di Las Vegas. Tahun 2026, bagi Mayweather, bukan sekadar tahun, tapi sebuah pertunjukan besar yang dia sutradarai sendiri.
Artikel Terkait
Marc Marquez Buka Peluang Pensiun Dini dari MotoGP Usai Musim 2026
Kemenpora dan Kemendikbudristek Sinergi Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari
Allegri dan Manajemen Milan Bahas Strategi Transfer Musim Panas