Siang itu, suasana Pasar Tanah Abang yang biasanya riuh dengan tawar-menawar tiba-tiba mendapat perhatian khusus. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa muncul di antara lapak-lapak Blok A, Senin (9/3/2026). Kunjungannya jelas punya tujuan: melihat langsung geliat ekonomi masyarakat, terutama saat jelang Lebaran.
Kehadiran sang bendahara negara langsung disambut riuh. Para pedagang, yang biasanya sibuk melayani pembeli, justru menyapa dengan canda. Suara seruan bernada guyonan pun terdengar dari salah satu lapak.
“Pak ke sini Pak. Pak minta THR,”
Purbaya tak cuma lewat begitu saja. Ia menyempatkan diri masuk ke toko pakaian muslim, mencoba sebuah baju koko, dan yang paling penting, ngobrol langsung dengan para penjual. Obrolan itu mengalir ke hal-hal yang paling praktis: omzet harian dan bagaimana daya beli orang belakangan ini.
Dari percakapan itu, harapan sekaligus keluhan pun mengemuka. Salah satu pedagang berharap pemerintah bisa segera mengembalikan kondisi ekonomi ke keadaan normal.
Mendengar itu, Purbaya merespons dengan nada menenangkan. Ia meminta kesabaran dan dukungan. Menurutnya, pemerintahan baru masih perlu waktu untuk menjalankan program-programnya.
"Saya kan baru lima bulan, akhir tahun nanti akan tumbuh ekonominya. Makanya Bapak dukung saya, biar yang lain jelek-jelekin nggak apa, kita dorong ekonomi di bawahnya biar makin lama makin maju, makin maju,"
Kunjungan singkat itu meninggalkan kesan. Di balik candaan dan permintaan THR, ada harapan besar yang digantungkan para pedagang pada pemulihan ekonomi. Pasar Tanah Abang, dengan denyut nadinya yang khas, sekali lagi menjadi barometer sederhana dari suasana hati masyarakat.
Artikel Terkait
Hammersonic 2026 Tetap Digelar Usai Ravel Entertainment Batalkan Rencana Ubah Jadi Private Festival
Wall Street Melemah di Tengah Eskalasi Ketegangan AS-Iran, Meski Laporan Keuangan Perusahaan Positif
Trump Ingin Putin Hadir di KTT G20 Miami, AS Klaim Sudah Kirim Undangan
Warga Lebanon Tolak Patung Yesus Pemberian Israel, UNIFIL Italia Gantikan Patung yang Dihancurkan Tentara Zionis