Pidato Erdogan yang menyentuh soal persaudaraan di tengah konflik.
Dalam sebuah pidato yang cukup emosional, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajukan pertanyaan yang menusuk. Ia mempertanyakan mengapa darah sesama manusia begitu mudah dipertaruhkan. "Bukankah darah seorang Arab haram bagi seorang Kurdi?" tanyanya. "Dan darah seorang Kurdi haram bagi seorang Turki?"
Suasana hening sejenak. Erdogan lalu melanjutkan dengan nada yang lebih lembut, penuh penekanan.
"Orang Kurdi adalah saudara kita. Orang Arab adalah saudara kita."
Ia kemudian menyebut berbagai kelompok yang sering menjadi sumber ketegangan di wilayahnya. "Orang Sunni, Syiah, Alawi – bukankah mereka darah daging kita, saudara dan saudari kita?"
Pertanyaan retoris itu menggantung di udara, sebelum ia menyampaikan inti kegelisahannya. Menurutnya, seharusnya tidak perlu ada ruang untuk permusuhan.
"Jadi mengapa kebencian, kemarahan, keserakahan, dendam, dan ambisi ini," ujarnya, suaranya terdengar bergetar, "padahal kita dapat menyelesaikan masalah kita dalam kerangka persaudaraan dan hubungan bertetangga?"
Pidato itu, yang direkam dalam sebuah video, dengan cepat menyebar. Isinya bukan hal baru, tapi konteks dan caranya disampaikan kali ini terasa lebih personal. Seperti sebuah seruan dari dalam, di tengah lanskap politik yang kerap dipenuhi retorika keras.
Cuplikan pidato tersebut diunggah oleh sejumlah akun media sosial. Salah satunya menampilkan Erdogan berbicara dalam bahasa Turki dengan terjemahan bahasa Inggris.
Artikel Terkait
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo