Peringatan Gatot Nurmantyo Dinilai Justru Perkuat Posisi Prabowo
Menurut seorang pengamat, pernyataan keras Gatot Nurmantyo belakangan ini jangan dilihat sebagai ancaman. Justru sebaliknya. Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, melihatnya sebagai bentuk dukungan politik yang cukup strategis bahkan konstruktif untuk pemerintahan Prabowo Subianto.
Analisisnya menyebut, di balik nada kritik yang tajam itu, sebenarnya tersirat keberpihakan yang jelas. Intinya, kata Amir, Gatot ingin menyelamatkan dan mengokohkan posisi Prabowo di tengah dinamika kekuasaan yang ruwet.
“Gatot secara tegas mendorong Prabowo untuk melepaskan diri secara total dari pengaruh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kritik ini bukan untuk melemahkan, melainkan untuk mencegah kemungkinan terjadinya sabotase struktural terhadap kepemimpinan, kekuasaan, dan kewenangan Presiden Prabowo,”
Begitu penjelasan Amir Hamzah, Rabu (17/12/2025).
Lalu, bagaimana dengan kecurigaan Gatot terhadap sikap Kapolri, terutama terkait Perpol Nomor 10 Tahun 2025? Menurut Amir, itu harus dibaca sebagai alarm peringatan. Ia menduga ada operasi senyap yang berjalan bertahap, berpotensi menggerus bahkan mengkudeta kekuasaan Prabowo secara tidak langsung.
“Ini bukan tuduhan sembrono. Dalam perspektif intelijen, peringatan seperti ini adalah bentuk early warning terhadap gerakan klandestin yang bekerja secara sistematis dan merangkak,”
ujarnya.
Narasi ini makin kompleks ketika dikaitkan dengan tekanan global. Amir Hamzah mewanti-wanti, tekanan itu bisa mengganggu stabilitas keuangan nasional. Jika dibiarkan, celah fiskal antara pusat dan daerah bisa melebar. Imbasnya? Bisa memicu disintegrasi sosial-politik yang lebih pelik.
“Sinyalemen Gatot tentang kemungkinan krisis pada Februari 2026 harus dibaca sebagai informasi strategis. Ada indikasi bahwa kekuatan tertentu sedang bekerja secara diam-diam untuk menjatuhkan Prabowo, baik melalui tekanan ekonomi, instabilitas politik, maupun konflik pusat-daerah,”
jelasnya lagi.
Intinya, Amir menegaskan, semua pernyataan Gatot itu sama sekali bukan ancaman. Itu manifestasi tekad untuk memperkuat kepemimpinan Prabowo. Agar ia bisa bertahan, berdaulat penuh, dan menjalankan agenda nasional tanpa hambatan berarti.
“Dalam konteks geopolitik dan intelijen, ini adalah peringatan sekaligus dukungan. Gatot ingin Prabowo selamat, kuat, dan tidak terjebak dalam skenario besar yang sedang dimainkan,”
pungkas Amir Hamzah.
Artikel Terkait
Everton Vs Manchester City 3-3: Drama Enam Gol, Doku Selamatkan The Citizens di Menit Akhir
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi