AS Tarik Diplomat dari Arab Saudi, Ketegangan dengan Iran Meningkat
WASHINGTON Situasi di Timur Tengah makin memanas. Kabar terbaru menyebutkan pemerintah Amerika Serikat telah memerintahkan para diplomatnya untuk segera meninggalkan Arab Saudi. Perintah evakuasi ini dikeluarkan menyusul eskalasi serangan dari Iran yang kian menjadi-jadi.
Menurut laporan The New York Times yang mengutip sejumlah pejabat AS, perintah dari Departemen Luar Negeri itu tak cuma berlaku untuk staf di kedutaan besar di Riyadh. Mereka yang bertugas di konsulat AS di Jeddah dan Dhahran juga harus pergi. Langkah ini jelas bukan tindakan biasa. Ini adalah sinyal kuat bahwa Washington menilai risiko keamanan di kawasan itu sudah pada level yang sangat mengkhawatirkan.
Yang menarik, ini adalah evakuasi wajib pertama sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu. Sebelumnya, sudah ada penambahan pasukan AS ke wilayah tersebut. Namun begitu, respons terhadap keselamatan personel diplomatik justru menuai kritik dari dalam.
Banyak diplomat AS sendiri yang sebelumnya menyayangkan sikap lamban pemerintahan Trump. Mereka menilai evakuasi dari zona konflik semestinya dilakukan lebih cepat.
Kini, dengan perintah untuk meninggalkan Arab Saudi, tampaknya pemerintah AS tak ingin mengambil risiko lagi. Keberadaan diplomatnya di tanah Saudi dinilai sudah terlalu berbahaya. Situasinya benar-benar genting.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Pascabencana di Sumatera
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif sebagai Tersangka Baru Kasus Pemerasan
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun dan Rencanakan Buyback Saham
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar