Bayi Baru Lahir Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Diduga Ditinggalkan Zidan

- Kamis, 05 Maret 2026 | 10:30 WIB
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Diduga Ditinggalkan Zidan

Tangisnya yang melengking menarik perhatian warga di Pejaten Raya, Jakarta Selatan, Selasa sore lalu. Suara itu berasal dari sebuah gerobak nasi uduk yang terparkir biasa saja di tepi jalan. Yang ditemukan kemudian membuat hati miris: seorang bayi perempuan, masih merah, terbungkus rapi di dalam tas belanja hitam.

Menurut Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, kejadiannya sekitar pukul lima lewat setengah. Warga yang penasaran lalu mendekat. Dari dalam gerobak, terlihat sebuah tas. Dan di dalam tas itulah, bayi malang itu terbaring.

Bayi itu memakai baju boneka beruang warna biru, diselimuti selimut bayi yang lembut. Posisinya miring. Di sekelilingnya, ada beberapa barang yang seolah disiapkan dengan hati-hati: sekaleng susu formula, tisu basah, dan sepasang sarung tangan kecil. Tapi yang paling menyentuh adalah secarik kertas yang ikut diselipkan.

Di kertas itu tertulis permintaan agar sang bayi dirawat dengan baik.

"Bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia 2 hari berdasarkan dari tulisan kertas yang dituliskan oleh seorang bernama Zidan yang diduga orang yang dengan sengaja menelantarkan bayi di TKP,"

Demikian penjelasan Anggiat pada Rabu (4/3/2026). Nama "Zidan" itu kini jadi titik terang sekaligus teka-teki utama bagi penyidik. Siapa dia? Apa yang membuatnya terpaksa meninggalkan buah hati di gerobak nasi uduk, di tengah keramaian Pasar Minggu?

Saksi mata, seorang warga bernama Dinda, adalah orang pertama yang melihat langsung. Ia mendengar tangisan, menghampiri gerobak, dan kemudian membuka tas hitam itu. Pemandangan yang pasti tak mudah dilupakan.

Kini, bayi tersebut sudah diamankan dan mendapatkan perawatan. Nasibnya selanjutnya masih dalam penantian. Sementara itu, gerobak nasi uduk itu telah berubah dari tempat berjualan menjadi sebuah TKP yang sunyi, menyimpan cerita pilu seorang anak yang baru dua hari mengenal dunia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar