MURIANETWORK.COM - Pasar modal Indonesia menutup sesi pertama perdagangan Jumat (6 Februari 2026) dengan tekanan jual yang cukup luas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam 2,83 persen ke level 7.874,42, didorong oleh pelemahan mayoritas saham dan seluruh sektor.
Tekanan Jual yang Meluas
Sentimen negatif tampak mendominasi lantai bursa pagi ini. Dari total saham yang diperdagangkan, 702 emiten tercatat melemah, jauh mengalahkan 97 saham yang menguat dan 159 yang stagnan. Aktivitas perdagangan tetap tinggi dengan volume mencapai 20,7 miliar saham senilai Rp10,4 triliun, mengindikasikan tingginya aksi jual yang terjadi.
Pelemahan tidak hanya terjadi pada indeks acuan. Indeks-indeks utama lainnya juga kompak berada di zona merah. LQ45 terpangkas 2,30 persen, IDX30 melemah 2,01 persen, MNC36 turun 2,31 persen, dan indeks JII bahkan mengalami koreksi terdalam sebesar 3,24 persen.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026