MURIANETWORK.COM - Lanskap pasar global pada 2026 diprediksi akan semakin terpolarisasi, membentuk konfigurasi baru yang kompleks. Riset terbaru BCA Sekuritas yang dirilis awal Februari 2026 mengungkap, dunia tengah memasuki fase "Great Reset" yang didorong oleh super-siklus kecerdasan buatan (AI), namun sekaligus dibayangi ketegangan geopolitik dan perbedaan kebijakan moneter antarnegara. Dalam kondisi ini, sektor-sektor seperti teknologi, energi, dan komoditas berpotensi menjadi unggulan, meski investor tetap dituntut untuk berhati-hati.
Fase "Great Reset" dan Dominasi Super-Siklus AI
Analisis BCA Sekuritas menyoroti bahwa gelombang investasi dan permintaan teknologi kecerdasan buatan telah melampaui batas geografis dan sektoral. Fenomena ini tidak hanya menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi di berbagai kantong dunia, tetapi juga secara fundamental mengubah peta persaingan bisnis. Dampaknya, akan muncul pemenang dan pecundang baru di berbagai lini industri, dari teknologi hingga manufaktur tradisional yang beradaptasi.
Bayangan Risiko Geopolitik yang Mengintai
Di balik optimisme dari sektor teknologi, ketegangan geopolitik tetap menjadi ancaman serius bagi stabilitas pasar sepanjang tahun 2026. Riset tersebut secara khusus mengidentifikasi tiga konflik besar yang berpotensi memicu volatilitas.
"BCA Sekuritas mengidentifikasi tiga konflik besar yang berpotensi menekan sentimen sepanjang 2026, yakni hubungan Amerika Serikat (AS)-China yang fluktuatif, upaya AS mempertahankan hegemoninya, serta konflik Eropa-Rusia yang diperkirakan mencapai puncaknya tahun ini," ungkap laporan itu.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026