MURIANETWORK.COM - Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan di akhir tahun 2025. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian nasional tumbuh 5,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal keempat tahun tersebut. Angka ini tidak hanya melampaui capaian kuartal sebelumnya, tetapi juga mengalahkan proyeksi banyak analis, menandai momentum pemulihan yang semakin kuat.
Kinerja Tahunan dan Pendorong Utama Pertumbuhan
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang tahun 2025. Meski sedikit di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen, capaian ini tetap lebih baik dibandingkan realisasi tahun 2024 dan ekspektasi pasar. Penguatan di kuartal penutup tahun ini menjadi kunci pencapaian tersebut.
Motor penggerak utama pertumbuhan datang dari sisi investasi. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) melesat 6,12 persen (yoy) pada kuartal IV-2025, meningkat signifikan dari kuartal sebelumnya. Realisasi investasi yang tercatat oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi juga menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan 9,7 persen secara tahunan pada periode yang sama.
Analis menilai, lonjakan investasi ini didorong oleh beberapa faktor. "Kenaikan ini didorong oleh peningkatan impor mesin produksi untuk sektor industri, serta belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin," ungkap sebuah laporan analisis pasar.
Konsumsi Domestik yang Tetap Tangguh
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang terbesar Produk Domestik Bruto juga menunjukkan akselerasi. Pertumbuhannya mencapai 5,11 persen (yoy) di kuartal IV, lebih tinggi dari periode sebelumnya. Daya beli masyarakat yang terjaga ini sejalan dengan membaiknya indeks penjualan ritel dan keyakinan konsumen, yang turut mendapat dukungan dari stimulus fiskal pemerintah.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Galeri24 dan UBS Stabil