Pidato Haru Mahasiswi Indonesia di Al-Azhar Berbuah Beasiswa Langsung dari Syaikh

- Jumat, 30 Januari 2026 | 19:42 WIB
Pidato Haru Mahasiswi Indonesia di Al-Azhar Berbuah Beasiswa Langsung dari Syaikh

Tangis haru dan rasa syukur yang meluap-luap. Itulah yang ditampilkan Yelly Putriyani, mahasiswi asal Agam, Sumatera Barat, di panggung wisuda Universitas Al-Azhar, Kairo, akhir Januari lalu. Tak disangka, momen yang begitu personal itu justru melambungkan namanya, menjadi perbincangan hangat di jagat maya internasional.

Pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Arab yang fasih dan penuh penghayatan, langsung menyebar. Bukan cuma karena emosinya yang tulus, tapi juga karena dedikasi panjang di baliknya. Rupanya, perjalanan akademik Yelly menarik perhatian seorang tokoh penting.

Dari Panggung Wisuda ke Ruang Kerja Syaikh

Hanya berselang tiga hari setelah wisuda, Rabu (28/1/2026), Yelly dipanggil menghadap langsung ke kantor Imam Besar Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayyib. Pertemuan itu sendiri sudah jadi mimpi bagi Yelly sejak pertama kali menginjakkan kaki di universitas Islam tertua dan bergengsi di dunia itu.

Dalam pertemuan hangat itu, Syaikh Al-Tayyib tak sekedar memuji prestasi akademik sang mahasiswi. Beliau memberikan sesuatu yang jauh lebih berarti: sebuah kesempatan.

“Beliau kemudian memberikan arahan agar Yelly diberi kesempatan melanjutkan studi Magister di Al‑Azhar, sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan akademisnya,” demikian pernyataan resmi dari Al-Azhar.

“Syaikh Al‑Azhar menekankan bahwa Yelly merupakan teladan yang membanggakan bagi perempuan Muslim, yang mampu berkontribusi bagi kemajuan masyarakat melalui ilmu dan pengetahuan,” sambungnya.

Harapannya jelas: lulusan seperti Yelly diharapkan bisa menjadi duta moderasi, menyebarkan nilai-nilai Al-Azhar ke Indonesia dan dunia.

Di sisi lain, Yelly sendiri mengaku luar biasa bahagia. Pertemuan itu adalah puncak dari perjuangannya. Dia mengungkapkan, selama empat tahun terakhir dirinya memilih untuk tidak pulang ke Indonesia. Semua demi fokus menuntut ilmu di tanah rantau.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar