Jakarta, Kamis malam (5/2/2026) – Optimisme terpancar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut tahun 2026. Dalam Pertemuan Tahun Industri Jasa Keuangan yang digelar di Jakarta, regulator ini menargetkan angka yang cukup ambisius: penghimpunan dana di pasar modal ditaksir bisa menembus Rp250 triliun.
Target itu bukan datang dari ruang hampa. Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, menyampaikan keyakinannya terhadap ketahanan sektor jasa keuangan nasional. Meski dinamika global masih bergejolak, sektor ini dipandang tetap punya ruang untuk berkembang.
"Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi, serta kebijakan yang kami ambil saat ini, kami optimistis sektor jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan di 2026," ujar Friderica.
Nah, pasar modal cuma satu bagian dari gambaran besarnya. OJK juga memproyeksikan geliat positif di subsektor lain. Pertumbuhan kredit perbankan, misalnya, diprediksi berada di kisaran 10-12 persen. Angka ini bakal didongkrak oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan 7-9 persen.
Lalu bagaimana dengan yang lain? Aset program asuransi diproyeksikan naik 5-7 persen. Untuk dana pensiun, pertumbuhan asetnya lebih tinggi, sekitar 10-12 persen. Yang paling mencolok adalah proyeksi aset penjaminan, yang disebut bisa melonjak 14-16 persen.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026