Dunia Musik Berduka, Mani Bassist The Stone Roses Tutup Usia di 63 Tahun
Dunia musik Inggris baru saja kehilangan salah satu pilar pentingnya. Gary "Mani" Mounfield, bassist legendaris The Stone Roses yang juga pernah membela Primal Scream, meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Kabar ini seperti tamparan keras bagi para penggemar dan sesama musisi.
Greg, kakak mendiang, yang mengonfirmasi berita pilu ini. Sungguh ironis, karena hanya seminggu sebelumnya Mani justru mengumumkan tur "In Conversation" yang rencananya akan digelar di berbagai kota di Inggris.
Lahir di Crumpsall, Manchester pada 16 November 1962, karir Mani melejit saat ia resmi bergabung dengan The Stone Roses di tahun 1987. Bersama band inilah namanya melambung sebagai pahlawan bass yang ikut membentuk identitas gerakan Madchester. Ia terlibat dalam dua album penting mereka sebelum akhirnya band bubar pada 1996.
Namun begitu, karir musiknya tidak berhenti di situ. Ia lalu menghabiskan lebih dari sepuluh tahun bersama Primal Scream. Reuni The Stone Roses di tahun 2011 sempat membawa kebahagiaan bagi para penggemar, sayangnya ketegangan lama membuatnya kembali berpisah dari band pada 2017.
Kabar kepergiannya langsung menggema di kalangan musisi. Banyak yang mengenangnya sebagai sosok yang hangat, penuh energi, dan punya selera humor yang luar biasa.
Melalui unggahan di media sosial, sang kakak Greg menulis dengan kalimat yang singkat namun sarat makna.
"DENGAN SANGAT BERAT SAYA MENGUMUMKAN BERpulangNYA SAUDARA SAYA, GARY MANI MOUNFIELD. RIP RKID"
Ucapan duka dan penghormatan pun berdatangan, menggambarkan betapa dalamnya kehilangan ini.
Ian Brown, vokalis The Stone Roses, termasuk yang paling awal menyampaikan duka. "REST IN PEACE MANi X," tulisnya.
Akun resmi The Stone Roses juga tak ketinggalan. Mereka menuliskan kalimat penghormatan yang hangat, "RIP, saudara kami yang luar biasa, Mani. Pemain bass dan teman terbaik yang pernah kami harapkan."
Di sisi lain, Primal Scream turut mengucapkan selamat jalan. Simone Butler, bassist mereka, berbagi kenangan personal. "Selera humor yang paling brilian dan tajam... dia memanggilku saudari bass Scorpio-nya. Hatiku hancur untuk anak-anaknya," kenang Simone dengan haru.
Gelombang duka juga datang dari berbagai nama besar seperti Ian McCulloch, Rowetta, Tim Burgess, Liam Gallagher, Shaun Ryder, Bonehead, hingga Peter Hook. Mereka semua punya cerita sendiri tentang Mani.
Kepergian Mani ini terjadi hampir dua tahun setelah istrinya, Imelda, meninggal dunia pada November 2023. Mereka meninggalkan sepasang putra kembar, Gene dan George, yang kini masih berusia 12 tahun.
Di balik segala duka, warisan musik Mani bersama The Stone Roses dan Primal Scream akan terus hidup. Lagu-lagu seperti All For One dan Beautiful Thing, serta rekaman klasik dalam Second Coming akan selalu mengingatkan kita bahwa Mani bukan sekadar pemain bass. Ia adalah fondasi dari suara yang mendefinisikan sebuah generasi.
Artikel Terkait
Kim Min Ha dan Noh Sang Hyun Reuni di Film Romantis Netflix Messily Ever After
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu
Lnw Fashion Akhiri Endorsement Inara Rusli Usai Protes Netizen