Trump Klaim Serangan Balasan ke Iran Berhasil Hancurkan Kapal Tanker di Selat Hormuz

- Jumat, 08 Mei 2026 | 07:20 WIB
Trump Klaim Serangan Balasan ke Iran Berhasil Hancurkan Kapal Tanker di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, angkat bicara mengenai serangan tentara AS terhadap kapal tanker Iran di Selat Hormuz. Ia menyebut aksi tersebut merupakan bentuk balasan atas serangan yang lebih dulu dilancarkan oleh pihak Iran terhadap tiga kapal militer Amerika yang tengah melintas di perairan strategis itu.

Dalam pernyataan yang dikutip dari CNN International dan AFP, Jumat (8/5/2026), Trump mengungkapkan bahwa tiga kapal perusak kelas dunia milik AS berhasil melintasi Selat Hormuz di bawah tekanan tembakan. Ia menegaskan bahwa tidak ada kerusakan berarti pada kapal-kapal Amerika, sementara pihak penyerang justru mengalami kehancuran besar.

“Tiga Kapal Perusak Amerika Kelas Dunia baru saja melintasi Selat Hormuz dengan sangat sukses, di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran,” tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social.

“Mereka hancur total bersama dengan banyak kapal kecil yang digunakan untuk menggantikan Angkatan Laut mereka yang telah sepenuhnya hancur,” tambahnya.

Menurut Trump, kapal-kapal AS menjadi sasaran serangan drone dan rudal yang diluncurkan pasukan Iran. Namun, ia mengklaim bahwa seluruh serangan udara itu berhasil dipatahkan oleh sistem pertahanan Amerika. “Rudal ditembakkan ke kapal perusak kita, dan dengan mudah dijatuhkan. Demikian pula, drone datang, dan hangus terbakar di udara,” jelas Trump.

Di tengah pernyataan tersebut, Trump juga mendesak Iran untuk segera menandatangani perjanjian damai dengan AS. Ia mengancam akan melancarkan serangan yang lebih brutal jika kesepakatan damai tidak kunjung tercapai. “Kita akan menghancurkan mereka dengan lebih keras, dan lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka,” ujar Trump.

Sementara itu, komando pusat militer Iran sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Iran menegaskan bahwa kapal tankernya di Selat Hormuz menjadi sasaran penyerangan tentara AS. Berdasarkan laporan AFP, serangan itu menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pesisir Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal lain yang melintas di seberang Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Dalam pernyataan yang dikutip televisi pemerintah Iran, pihak Teheran menyebut AS juga melakukan serangan di lokasi lain di selatan. Iran menuding Negeri Paman Sam bekerja sama dengan sejumlah negara di kawasan dalam operasi tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar