Longsor di TPST Bantargebang Tewaskan Tiga Orang, Operasi Tanggap Darurat Dikerahkan

- Senin, 09 Maret 2026 | 03:20 WIB
Longsor di TPST Bantargebang Tewaskan Tiga Orang, Operasi Tanggap Darurat Dikerahkan

“Sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah, serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” jelas Asep lebih lanjut.

Untuk mendukung operasi, sebanyak 13 unit ekskavator dikerahkan. Dua ambulans dari DLH dan Pemkot Bekasi juga disiagakan. Mereka bekerja simultan membongkar timbunan material.

Namun begitu, langkah tak cuma fokus pada evakuasi. Stabilisasi area juga digarap serius untuk mencegah longsor susulan. Zona timbunan ditata dan diperkuat bertahap agar struktur tanah kembali stabil dan aman untuk operasional.

“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama,” kata Asep menegaskan.

“Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali.”

Lalu, bagaimana dengan sampah Jakarta? DLH tetap berupaya menjaga pelayanan publik. Satu titik buang sementara di TPST dibuka pada malam hari agar ritase truk sampah tidak sepenuhnya terhenti.

Meski begitu, dua titik buang lain masih dalam perapihan. Untuk sementara, Sudin LH se-Jakarta diminta menunda pengiriman sampah ke Bantargebang sampai evakuasi selesai. Langkah ini diambil demi menghindari antrean truk yang panjang dan memastikan sistem tidak kolaps.

“Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi,” pungkas Asep Kuswanto.

“Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman.”

Operasi masih berlanjut. Suara mesin ekskavator dan sorot lampu penerangan masih mendominasi kawasan Bantargebang malam ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar