Kemensos Canangkan Sekolah Rakyat Berasrama untuk Anak Keluarga Miskin

- Senin, 09 Maret 2026 | 22:55 WIB
Kemensos Canangkan Sekolah Rakyat Berasrama untuk Anak Keluarga Miskin

Hari ini, di Kantor Kementerian Sosial, suasana cukup ramai. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyambut tamu dari dua daerah: Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Bengkalis. Mereka datang membawa segudang usulan program untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Salah satu yang menonjol adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat.

Menurut Agus Jabo, program ini nantinya akan berjalan bertahap. Tahap awal? Membuka sekolah rintisan dulu dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Baru setelah itu, dikembangkan jadi bangunan permanen.

"Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, khususnya yang berada pada desil 1 dan desil 2,"

kata Agus Jabo lewat keterangan tertulisnya.

Namun begitu, ada syarat utama yang harus dipenuhi pemda. Mereka harus menyiapkan lahan seluas minimal 6,8 hektare. Bukan sembarang lahan. Statusnya harus clear and clean, bebas sengketa, dan konturnya relatif datar maksimal kemiringannya sekitar 10 derajat.

"Kalau lahannya sudah clear and clean, siap bangun, tidak perlu pematangan lahan yang besar, maka bisa langsung diproses pembangunannya,"

ujarnya menegaskan.

Konsep Sekolah Rakyat sendiri dirancang cukup komprehensif. Sekolah ini akan berbasis asrama. Bayangkan, di dalam satu kompleks nantinya tersedia ruang kelas, asrama, tempat makan, dapur, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, sampai tempat ibadah. Para siswa juga akan mendapat seragam, perlengkapan belajar, termasuk laptop, plus kebutuhan makan selama masa pendidikan.

Di sisi lain, pembahasan dalam audiensi itu tak cuma soal sekolah. Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, misalnya, menyodorkan sejumlah program lain. Mereka mengusulkan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT), pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu (RST), serta dukungan rumah layak huni bagi masyarakat miskin.

Agus Jabo menanggapi usulan-usulan tersebut dengan catatan. Setiap program, katanya, harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Pasalnya, semua program Kemensos sekarang mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan penerima manfaat. Jadi, semuanya harus tepat sasaran.

Selain kesejahteraan, ada topik penting lain yang mengemuka: bencana. Mamuju Tengah termasuk wilayah rawan. Maka, dibahaslah upaya penguatan kesiapsiagaan.

"Kesiapsiagaan masyarakat dapat diperkuat melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang dilengkapi dengan lumbung sosial sebagai tempat penyimpanan logistik kebencanaan,"

tutup Agus Jabo mengakhiri pertemuan.

Audiensi itu sendiri dihadiri langsung oleh Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras. Ia datang didampingi sejumlah pejabat seperti Kepala Bidang Linjamsos Yasser Ramli, Kepala Dinas Perikanan Muhammadia, Sekretaris Dinas Perikanan I Made Kardiana, dan Tenaga Ahli Aswadi. Sementara dari Bengkalis, hadir Kepala Dinas Sosial Hambali, Sekretaris Dinas Sosial Eji Marliana, serta staf Wani Fariza.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar