Tiga ABK Indonesia Hilang Usai Kapal Tugboat Meledak dan Tenggelam di Selat Hormuz

- Senin, 09 Maret 2026 | 23:05 WIB
Tiga ABK Indonesia Hilang Usai Kapal Tugboat Meledak dan Tenggelam di Selat Hormuz

Kabar duka datang dari Selat Hormuz. Kapten Miswar Maturusi dan dua warga negara Indonesia lainnya dinyatakan hilang setelah kapal Tugboat Musaffah 2 yang mereka tumpangi meledak dan akhirnya tenggelam. Menurut sejumlah saksi, ledakan itu terdengar keras sebelum kapal perlahan-lahan menghilang di permukaan laut.

Menariknya, sehari sebelum musibah itu terjadi, Miswar sempat berbincang hangat dengan istrinya, Marliani Ahmad. Mereka melakukan panggilan video seperti biasa.

"Ya sempat video call seperti biasa," kenang Marliani.

"Ngobrol santai sampai dia minta izin mau istirahat. Waktu itu Rabu sore," tambahnya, suaranya terdengar lirih.

Percakapan terakhir itu terjadi pada Rabu (4/3). Kemudian, di pagi hari Kamis (5/3), sang kapten masih sempat mengirim pesan lewat WhatsApp kepada istrinya. Dia pamit akan berlayar nanti sore.

"Hari Kamis jam 9 pagi dia masih sempat WA untuk pamit berlayar. Katanya, berangkat sore. Insyaallah tiba sore juga di hari Jumat," beber Marliani, mencoba mengingat detil percakapan singkat itu.

Namun begitu, ada satu hal yang tidak disampaikan Miswar kepada istrinya. Dalam pesannya, dia hanya bilang akan menjemput kapal milik teman yang sedang rusak. Lokasi penjemputan yang ternyata di kawasan rawan Selat Hormuz, sama sekali tidak disebut.

"Tidak," jawab Marliani ketika ditanya apakah suaminya memberi tahu lokasi itu.

"Dia hanya sampaikan bahwa menjemput kapal yang rusak."

Kini, keluarga hanya bisa menunggu dan berharap. Pencarian terhadap tiga ABK WNI itu masih terus dilakukan di perairan yang dikenal sibuk sekaligus berbahaya itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar