Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (26/5/2026), melanjutkan tren pelemahan sejak awal pekan. Mata uang Garuda tercatat melemah 0,26 persen ke level Rp17.789 per dolar Amerika Serikat pada sesi siang, setelah dibuka di posisi Rp17.767 per dolar AS atau turun 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan beruntun ini memperpanjang tekanan terhadap mata uang domestik, di mana pada penutupan perdagangan Senin (25/5/2026) rupiah juga ditutup melemah 0,15 persen ke level Rp17.744 per dolar AS.
Tekanan serupa tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI). Rupiah pada kurs acuan BI tercatat melemah 0,14 persen secara harian ke posisi Rp17.743 per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi di pasar spot, melainkan juga di sistem acuan resmi bank sentral.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah mulai terlihat sejak perdagangan siang, dipicu meningkatnya ketidakpastian global. Menurutnya, pasar domestik yang akan memasuki libur nasional membuat rupiah berpotensi semakin rentan, mengingat aktivitas perdagangan global tetap berlangsung.
“Kalau saya lihat Timur Tengah kembali bergolak dan minyak naik membuat rupiah melemah siang ini. Besok walaupun libur, pasar global tetap buka dan ketahanan rupiah bisa jebol di Rp17.850. Bahkan Jumat berpotensi menuju Rp18.000 sesuai prediksi,” ujar Ibrahim, Selasa (26/5/2026).
Dia menambahkan, rupiah masih dibayangi tekanan berat dan berisiko menembus level psikologis baru dalam beberapa hari ke depan. Kembalinya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia disebut menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Selain meningkatkan permintaan aset safe haven seperti dolar AS, kenaikan harga energi juga memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi dan defisit transaksi berjalan Indonesia.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 0,91 Persen ke Level 6.149, Mayoritas Sektor Tertekan
PT Singaraja Putra Rights Issue Rp721,5 Miliar untuk Akuisisi Tambang Batu Bara dan Pelunasan Utang
Kalbe Farma Bagikan Dividen Rp936,26 Miliar, Setara Rp20 per Saham
Wismilak Bagikan Dividen Rp217,87 Miliar, Laba Bersih Naik 40 Persen di 2025