Di sisi lain, situasi ini jadi alarm keras. Menurut Dudy, ini adalah pengingat penting agar Indonesia serius membangun ketahanan energi nasional. Ketergantungan pada pihak luar harus dikurangi, supaya guncangan dari krisis global tidak terlalu menghantam sektor transportasi dan ekonomi kita.
“Yang perlu kita pikirkan ke depan bukan sekadar mencari tiket murah, tapi bagaimana kita bisa menyediakan kebutuhan energi kita secara mandiri sehingga tidak terlalu tergantung kepada pihak luar,” tegasnya.
Pemerintah bersama Dewan Energi Nasional (DEN) disebutkan tengah membahas langkah strategis jangka panjang. “Konflik-konflik di luar negeri sekarang ini mengajarkan bahwa kita memang harus punya ketahanan energi, ketahanan pangan, dan berbagai sektor strategis lainnya,” ujar Dudy.
Sementara itu, di pasar komoditas, sentimen ketegangan telah mendorong harga minyak melonjak. Pada perdagangan Sabtu (7/3/2025), minyak mentah Brent mencatat kenaikan signifikan ke level USD92,69 per barel. Minyak WTI AS juga naik ke posisi USD90,9 per barel. Angka-angka ini jelas bukan pertanda baik bagi biaya operasional di sektor udara.
Jadi, meski tiket untuk mudik tahun ini masih aman, masa depannya perlu diwaspadai. Semuanya kembali pada bagaimana kita membangun kemandirian, agar tak selalu terjebak dalam gejolak yang terjadi ribuan mil jauhnya.
Artikel Terkait
Kurniawan Dwi Yulianto Pilih Sempurnakan Warisan Nova Arianto di Timnas U-17
BGN Beri Ultimatum 30 Hari ke Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis
India Izinkan Kapal Perang Iran Berlabuh Atas Pertimbangan Kemanusiaan
Menhub Jelaskan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Saat Mudik, Janjikan Extra Flight