KUALA LUMPUR Di tengah gejolak krisis Timur Tengah yang mengguncang pasar energi global, pemerintah Malaysia memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Jenis RON 95 akan tetap dijual seharga 1,99 ringgit per liter, atau kira-kira Rp8.500. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
“Kita akan mencoba mengendalikan dampak konflik Iran, termasuk untuk RON 95, yang harganya 1,99 ringgit per liter,” tegas Anwar.
Meski begitu, jaminan ini punya batas waktu. Anwar mengaku pemerintah masih bisa bertahan satu hingga dua bulan ke depan dengan harga saat ini. Setelah itu? Situasinya bisa berubah.
“Kita terus memantau situasi ini karena sejauh ini, kita masih bisa bertahan selama 1 atau 2 bulan,” ujarnya lagi.
Kekhawatiran terbesar Anwar adalah skenario terburuk: penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan. Menurutnya, hal itu bisa memicu krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Faktanya, konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel ini sudah mulai menunjukkan efeknya. Sekitar 200 kapal dilaporkan terjebak di selat vital itu, yang otomatis mengganggu arus perdagangan global.
Artikel Terkait
11 Titik Genangan Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta
Joey Pelupessy Beri Stabilitas, SK Lommel Imbangi Kortrijk
Menteri PU Buka Suara Soal Mundurnya Dua Dirjen, Tersangkut Dugaan Korupsi dan Pelanggaran Berat
Israel dan AS Serang Iran, Korban Jiwa Berjatuhan dan Balasan Hantam Tel Aviv