Di tengah hiruk-pikuk pekan yang penuh gejolak, Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapannya soal kabar yang beredar. Isunya, Rusia diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran. Tujuannya? Untuk membantu Teheran menyerang fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Yang mengejutkan, Trump terlihat tak terlalu ambil pusing.
Baginya, urusan Moskow mengirimkan informasi atau tidak, itu hal yang tidak penting. Pernyataan ini ia sampaikan usai menghadiri upacara pemakaman yang muram untuk enam anggota cadangan Angkatan Darat. Mereka tewas dalam serangan drone di Kuwait. Peristiwa memilukan itu terjadi hanya sehari setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran konflik yang dampaknya langsung terasa, mengguncang sendi-sendi ekonomi global.
Menurut sejumlah saksi, Trump tidak secara gamblang mengonfirmasi laporan dari Associated Press dan beberapa media lain. Laporan-laporan itu menyebut pejabat intelijen AS yakin Rusia telah memberikan data penargetan kepada Iran. Namun begitu, nada bicaranya jelas meremehkan.
“Kalau Anda lihat apa yang terjadi pada Iran dalam seminggu terakhir, kalaupun mereka dapat informasi, ya nggak banyak membantu mereka,” ujar Trump kepada para wartawan di dalam Air Force One.
Pesawat kepresidenan itu sedang membawanya ke Miami, tempat ia akan menghabiskan sisa akhir pekan.
Di sisi lain, pertanyaan lain pun mencuat. Bagaimana sikapnya terhadap hubungan AS-Rusia jika bantuan semacam itu benar adanya? Trump menjawab dengan gaya khasnya, berbalik tanya.
“Mereka pasti akan bilang kita melakukan hal yang sama untuk melawan mereka,” jawabnya singkat.
Lalu ia menambahkan, seolah memastikan, “Bukankah mereka akan mengatakan bahwa kita melakukannya untuk melawan mereka?”
Suasana terasa ringkas, bahkan sedikit dingin. Seolah, dalam peta konflik yang sudah ruwet ini, satu lagi laporan intelijen hanyalah bising biasa.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Tak Lengah Meski Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
Remaja 16 Tahun Divonis 15 Tahun Penjara atas Pembunuhan Guru Bahasa Spanyol di Prancis
Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santri
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Sembilan Orang, Lima di Antaranya Polisi