Kapolri Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran, Waspadai Cuaca Ekstrem

- Minggu, 08 Maret 2026 | 13:45 WIB
Kapolri Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran, Waspadai Cuaca Ekstrem

Palembang, Minggu (8/3/2026) – Langkah-langkah antisipasi untuk arus mudik Lebaran tahun depan sudah mulai digelar. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke lapangan, memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan personel di jalur mudik. Fokusnya jelas: mengantisipasi gangguan cuaca ekstrem dan potensi bencana alam yang bisa mengancam perjalanan pulang kampung masyarakat.

“Tadi kita cek satu per satu,” ujar Listyo usai meninjau perlengkapan personel di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang.

Ia menambahkan, pengecekan mendalam ini untuk meyakinkan pelayanan kepada masyarakat yang akan mudik berjalan optimal. Menurutnya, cuaca dan ancaman bencana hidrometeorologi jadi perhatian serius Polri dan seluruh stakeholder terkait.

Di sisi lain, jenderal bintang empat itu sudah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk siaga penuh. Tujuannya sederhana: meminimalisir hambatan saat arus mudik dan balik nanti memuncak.

“Cuaca tentu juga menjadi faktor yang harus kita perhatikan,” tegasnya.

“Kesiapsiagaan dari seluruh rekan-rekan untuk bisa bergerak cepat melakukan tanggap bencana itu kunci,” sambung Kapolri.

Setelah menyaksikan simulasi dan memeriksa alat material khusus (almatsus), Listyo terlihat optimis. Ia yakin jajarannya bisa memberikan pelayanan terbaik. Namun begitu, ia menekankan bahwa koordinasi antar-instansi tetap harus dijaga ketat. Stabilitas keamanan dan keselamatan para pemudik, dari berangkat sampai tiba di kampung halaman, tidak bisa ditawar.

Harapannya jelas. “Mudah-mudahan ini bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, utamanya di bulan Ramadhan,” kata Listyo.

Ia berharap seluruh persiapan ini membuahkan hasil: masyarakat bisa mudik dan bertemu keluarga dengan aman, nyaman, dan tentu saja, bahagia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar