Dini hari yang sunyi di Balikesir, Rabu (25/2), tiba-tiba pecah oleh deru mesin jet tempur F-16 milik Turki yang lepas landas. Namun, suasana itu berubah jadi mencekam. Tak lama setelah mengudara, pesawat itu jatuh. Sang pilot dinyatakan tewas dalam insiden tragis tersebut.
Menurut laporan kantor berita Anadolu Agency, Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi hilangnya kontak radio dan pelacakan pesawat. Itu terjadi sekitar pukul 00:56 waktu setempat, hanya sebentar setelah F-16 itu meninggalkan landasan. Operasi pencarian dan penyelamatan langsung digelar. Tim di lapangan kemudian berhasil menemukan puing-puing pesawat di lokasi kejadian.
Lewat sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Turki menyampaikan kabar duka.
"Pilot kita gugur. Penyebab kecelakaan akan ditentukan setelah penyelidikan oleh tim pemeriksa kecelakaan,"
Begitu bunyi pernyataan mereka, yang juga mengungkapkan belasungkawa mendalam bagi keluarga almarhum.
Ini bukan kali pertama Turki menghadapi musibah udara dalam beberapa bulan terakhir. Ingatan masih segar tentang insiden November lalu, ketika sebuah pesawat kargo C-130 jatuh di Georgia. Pesawat yang sedang dalam perjalanan pulang dari Azerbaijan itu menewaskan seluruh 20 orang di dalamnya. Pasca-kejadian itu, otoritas sempat menanggungkan operasional pesawat kargo sejenis.
Di sisi lain, nasib sial sepertinya juga menimpa jet tempur F-16 buatan Lockheed Martin (AS) di berbagai belahan dunia. Beberapa bulan belakangan, pesawat tempur andalan banyak angkatan udara ini terlibat dalam sejumlah kecelakaan mematikan.
Ambil contoh di Polandia. Agustus tahun lalu, sebuah F-16 jatuh saat sedang mempersiapkan diri untuk pertunjukan udara. Pilotnya tidak selamat.
Rentetan insiden ini tentu menyisakan tanda tanya besar. Namun begitu, untuk kasus di Balikesir, semua pihak kini hanya bisa menunggu hasil penyelidikan yang lebih detail.
Artikel Terkait
Banjir Bandang dan Longsor di Bone Bolango, Seorang Warga Hanyut ke Laut Sebelum Berhasil Diselamatkan
Polisi Ajukan Red Notice ke Interpol untuk Buru Otak Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Kamboja
Ratusan Wali Santri Jemput Anak dari Ponpes Pedang Ati usai Kasus Pencabulan Pimpinan Terbongkar
Ombudsman Dorong Santir dan Pesantren Laporkan Maladministrasi Tanpa Ragu