Perang kembali berkecamuk di Timur Tengah. Suasana mencekam menyelimuti kawasan itu sejak Sabtu, 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Serangan yang sudah berlangsung lebih dari seminggu ini, menurut laporan-laporan awal, memakan korban jiwa yang tidak sedikit ratusan orang dikabarkan tewas.
Iran jelas tidak tinggal diam. Apalagi, serangan itu konon merenggut nyawa pemimpin tertinggi mereka dan beberapa komandan militer kunci. Amarah itu langsung dijawab dengan serangan balasan. Sasaran mereka adalah Tel Aviv, jantung pemerintahan Israel, ditambah sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di negara sekutu seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait. Situasinya benar-benar panas.
Di sisi lain, dunia internasional mulai cemas. Ketegangan tiga poros ini Iran, Israel, dan AS bukan cuma soal tembak-menembak. Dampaknya merembet ke mana-mana, terutama ke stabilitas ekonomi global. Kawasan Timur Tengah kan jadi urat nadi distribusi energi dunia; goncangan di sana berpotensi besar mengacaukan pasokan minyak dan gas ke pasar internasional. Nah, sebenarnya, sejauh mana kamu paham dengan eskalasi geopolitik rumit yang sedang terjadi ini?
Artikel Terkait
Badan Gizi Nasional Tegaskan 19.000 Sapi Hanya Hitungan Teoritis untuk Program Makan Bergizi
BI Genjot Kredit Sektor Prioritas, Realisasi KLM Tembus Rp427,9 Triliun
Prabowo dan Albanese Perkuat Kerja Sama, Ekspor 250.000 Ton Urea ke Australia Disepakati
BI Catat Penurunan Suku Bunga Kredit dan Deposito, Upaya Dorong Pertumbuhan Kredit Berlanjut