"Karena itu, langkah-langkah mitigasi perlu dipersiapkan sejak sekarang," tambah Faisal.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus memantau kondisi atmosfer. Koordinasi dengan BNPB, Basarnas, pemda, dan Kementerian Kehutanan akan diperkuat untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla.
Di tempat yang sama, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan kabar yang cukup menggembirakan. Ia melaporkan bahwa sepanjang 2025, luasan kebakaran hutan dan lahan berhasil ditekan.
Angkanya turun menjadi 359.619 hektare, dari sebelumnya 376.805 hektare di tahun 2024. Ini adalah hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak.
"Peran BMKG sangat vital dalam menyediakan data prediksi cuaca dan memberikan informasi kepada BNPB untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca yang alhamdulillah berjalan efektif. Begitu juga dengan pasukan darat, baik itu TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan elemen lainnya yang bergerak secara sinergis," ujar Raja Juli.
Sementara itu, Kepala BNPB menambahkan strategi penanganan. Fokus tahun ini ada pada enam provinsi prioritas sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2020: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Penanganan dilakukan berlapis. Mulai dari pencegahan dini oleh pemda dan Satgas Darat, hingga siaga water bombing dengan helikopter jika api sudah sulit dikendalikan.
Optimisme tetap ada. Dengan penguatan sistem peringatan dini, operasi modifikasi cuaca, dan kolaborasi yang solid antar sektor, pemerintah yakin upaya pencegahan Karhutla bisa lebih efektif. Tujuannya bukan hanya memadamkan api, tetapi menjaga lingkungan dan keselamatan warga di sekitarnya.
Artikel Terkait
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari Seminggu untuk Kantor Pemerintah, Antisipasi Krisis Energi Global
Dokter Kecantikan Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp191 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi Jelang Lebaran 2026
Selebgram Nabilah OBrien Ajukan Praperadilan Usai Ditahan Polisi Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik