New York: Harga emas berhasil menguat pada Jumat (6/3/2026). Kenaikan ini tak lepas dari pelemahan dolar AS, yang terpukul oleh laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh lebih buruk dari perkiraan.
Menurut data dari Investing.com yang dirilis Sabtu, harga emas spot melonjak 1,6% ke level USD 5.162,42 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas juga naik signifikan, yakni 1,8% menjadi USD 5.170,14 per ons.
Minggu ini, hubungan tarik-menarik antara logam mulia dan dolar AS kembali terjadi. Investor tampaknya bingung menentukan pilihan aset safe-haven di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Meski naik hari ini, harga emas spot secara mingguan masih terpantau turun 2,2%. Di sisi lain, dolar diproyeksikan akan menguat 1,4% sepanjang pekan.
Joseph Cavatoni, ahli strategi pasar senior untuk Amerika Utara di World Gold Council, memberikan penjelasannya kepada Investing.com.
“Awal pekan, eskalasi di Timur Tengah memicu reaksi keras. Emas sempat meroket di atas USD 5.400 karena banyak yang mencari perlindungan. Tapi, premi risiko itu perlahan menguap seiring pasar yang mulai mencerna situasi dan dolar yang menguat faktor yang biasanya menekan emas dalam jangka pendek,” ujarnya.
“Ini biasa terjadi. Emas dan dolar sering bergantian jadi tempat berlindung saat tekanan geopolitik muncul. Penguatan dolar bisa bikin emas tertekan sementara, meski secara keseluruhan, latar belakang risikonya tetap mendukung,” tambah Cavatoni.
Laporan Tenaga Kerja AS Mengecewakan
Data yang dirilis Jumat lalu benar-benar mengejutkan pasar. Alih-alih bertambah, lapangan kerja non-pertanian AS justru anjlok 92 ribu pada Februari. Padahal, analis memperkirakan ada penambahan 58 ribu pekerjaan. Revisi data Januari juga tak kalah suram, turun jadi 126 ribu dari sebelumnya 130 ribu.
Akibatnya, tingkat pengangguran AS melonjak ke 4,4%. Angka ini lebih tinggi dari prediksi yang menyamakan dengan Januari di level 4,3%.
Laporan buruk ini langsung menghantam Indeks Dolar AS, yang melemah 0,4%. Investor pun mulai mempertimbangkan ulang kemungkinan The Fed memotong suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Artikel Terkait
Studi Ungkap Dampak Ekonomi Ramadan: Harga Pangan Naik, Produksi Industri Turun
BI Ingatkan Bahaya Tukar Uang di Pinggir Jalan, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Resmi
BRIN Temukan Mikroplastik di Kedalaman 2.450 Meter di Jalur Arus Lintas Indonesia
HNW: Ramadan Momentum Perkuat Iman, Ilmu, dan Amal untuk Keunggulan Umat