Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code di Jaksel

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:15 WIB
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code di Jaksel

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan, sebuah modus penipuan baru muncul dengan cara yang licik. Polisi menemukan stiker berisi kode QR atau barcode matriks yang ditempelkan sembarangan, mulai dari area parkiran motor hingga warung kopi. Kode itu, jika dipindai, ternyata membawa orang langsung ke jerat situs judi online yang diduga penipuan.

Pengungkapan ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, dalam jumpa pers di kantornya, Kamis lalu. Menurutnya, modus ini cukup berbahaya dan menyasar korban secara acak.

"Barcode yang setelah di-scan itu ternyata adalah langsung masuk ke salah satu situs judi online yang diduga itu scam," tegas Seala.

Dia lantas membeberkan beberapa fakta kunci yang berhasil diungkap timnya. Salah satu yang paling mencolok adalah soal lokasi server.

Server Berada di Luar Negeri

Setelah dikembangkan, penyelidikan mengungkap server situs tersebut ternyata tidak berada di Indonesia. "Nah, setelah kami dalami lebih dalam, ternyata situs tersebut itu terhubung VPN-nya bukan berada di Indonesia, melainkan luar di Indonesia," ujarnya. Hal ini tentu saja mempersulit proses penelusuran, meski penyidikan terus digenjot.

Ancaman Nyata: Data Ponsel Bisa Raib

Lebih dari sekadar mengarah ke judi, kode QR jebakan ini punya risiko serius. Seala mewanti-wanti, memindai kode itu berpotensi membuat data pribadi di ponsel korban tercuri. Bahkan, tanpa sepengetahuan pemiliknya, uang bisa otomatis terdeposit ke situs judi tersebut.

"Betul, karena ini scam, jadi data-data privasi atau pribadi itu langsung berpindah. Karena ini sifatnya scam, scam yang mungkin masuk ke situs judi online tersebut, dimasukkan otomatis deposit,"

"Deposit dari data pribadi rekan-rekan. Jadi kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan scan barcode karena ini salah satu modus baru yang dilakukan oleh pelaku-pelaku tindak kriminal," imbuhnya.

Peringatannya jelas: jangan asal scan. Stiker yang tampak biasa di tempat umum, bisa jadi gerbang masuk bagi aksi kriminal yang merugikan. Polisi masih terus mendalami kasus ini, berburu pelaku di balik modus yang semakin canggih ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar