MANILA Mulai Senin depan, suasana di sejumlah kantor pemerintah Filipina bakal berubah. Pemerintah resmi memberlakukan sistem kerja empat hari dalam seminggu. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan respons langsung atas gejolak di Timur Tengah yang dipicu perang antara AS-Israel melawan Iran. Intinya, ini langkah darurat untuk menghemat energi dan menahan dampak krisis global.
Perintah itu datang langsung dari Presiden Ferdinand Marcos Jr. Tapi, perlu dicatat, aturan ini bersifat sementara dan hanya untuk kantor-kantor pemerintah tertentu. Tidak semua instansi ikut serta.
Lembaga-lembaga yang bergerak di layanan darurat, seperti polisi atau pemadam kebakaran, tetap beroperasi normal. Begitu juga dengan kantor-kantor yang memberikan layanan publik langsung ke masyarakat. Mereka dikecualikan.
“Semua lembaga dengan ini diarahkan untuk merumuskan pedoman internal masing-masing guna memastikan pemantauan dan dokumentasi yang sesuai, termasuk verifikasi kehadiran, dan standar kinerja, serta mekanisme pemantauan, sesuai dengan undang-undang, peraturan, dan ketentuan Komisi Pelayanan Sipil yang berlaku,”
Begitulah bunyi Surat Edaran Memorandum No 114 yang dirilis pemerintah pada Sabtu (7/3/2026). Isinya cukup detail mengatur pelaksanaannya.
Artikel Terkait
Lebih dari 14 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Dipulangkan Imbas Ketegangan di Timur Tengah
APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak
Menteri Keuangan Siapkan Skenario Antisipasi Defisit Jika Harga Minyak Capai USD92