Bagi 699 warga Kampung Tambat di Merauke, Papua Selatan, akses air bersih yang layak selama ini ibarat mimpi. Mereka bergantung pada tampungan air hujan atau sumur manual yang airnya kerap mengandung belerang. Namun, kondisi itu kini mulai berubah.
Lewat sebuah kolaborasi, PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian ESDM dan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih akhirnya menghadirkan solusi. Program penyediaan air bersih ini bukan sekadar proyek instalasi pipa dan toren. Lebih dari itu, ini adalah wujud komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Perwakilan SERUNI KMP, Sri Suparni Bahlil, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, langkah Pertamina Patra Niaga menunjukkan pendekatan yang humanis, melampaui sekadar urusan bisnis.
“Kami mendapat informasi bahwa Kampung Tambat ini sering kali mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya Sumur Air Bersih ini harapannya masyarakat lebih mudah mengakses air, tidak lagi mengandalkan tampungan air hujan dan sumur manual,” ujarnya dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu lalu.
Di lapangan, program ini diwujudkan dengan membangun Sumur Air Bersih di dua titik strategis: SD Inpres Tambat dan Posyandu Tambat. Pengerjaannya cukup komprehensif. Mulai dari pemasangan mesin, pembangunan bak penampung, menara, hingga instalasi kelistrikan dan keran air.
Tak berhenti di situ, dua reservoir yang ada di Gereja Tambat dan Balai Kampung juga direvitalisasi. Atap diganti, dicat ulang, dilengkapi filter baru, dan sambungan pipanya diperpanjang hingga bisa menjangkau sekitar 20 rumah di tiap lokasi.
Ispiani Abbas, selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Papua Maluku Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa air bersih adalah kebutuhan fundamental.
“Penyediaan akses air bersih merupakan kebutuhan fundamental. Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Tambat. Seluruh fasilitas telah melalui tahap uji coba dan siap digunakan masyarakat,” jelas Ispiani.
Dari sisi korporat, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut sanitasi dan air bersih memang jadi fokus utama program tanggung jawab sosial mereka. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun SDM yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Dengan kualitas hidup yang baik, sumber daya manusia Indonesia bisa semakin unggul dan memperkuat keberlanjutan bangsa,” tambah Baron.
Respon warga pun sangat positif. Samuel Heremba, Kepala Kampung Tambat, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Adanya bantuan Sumur Air Bersih ini, bahkan sebelum peresmian pun sudah dimanfaatkan oleh warga karena sangat membantu. Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang dan kesulitan air saat musim kemarau, karena airnya sudah jauh lebih bersih dan ada juga penampungan yang cukup,” ujar Samuel.
Acara peresmiannya sendiri dihadiri langsung oleh sejumlah pengurus SERUNI KMP, seperti Sri Suparni Bahlil, Liza Thohir, dan Ernawati Trenggono. Kehadiran mereka menandai sebuah kolaborasi yang diharapkan tak berakhir di sini. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus berkontribusi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah operasi mereka.
Untuk warga Kampung Tambat, hari ini mereka bisa menikmati air bersih yang mengalir dengan lebih mudah. Sebuah kemewahan sederhana yang dampaknya sangat besar bagi kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
Pria di India Bawa Kerangka Adik ke Bank sebagai Bukti Kematian demi Cairkan Tabungan
Longsor di Merangin, Akses Jalan Desa Rantau Jering Masih Tersumbat Material
Anggota DPR Dorong Dirut KAI Evaluasi Total Sistem Keselamatan Usai Insiden Stasiun Bekasi Timur
Menhub Dudy Purwagandhi Melayat Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pastikan Santunan Jasa Raharja Segera Cair