Musik Marawis Kobarkan Semangat Pelari di BTN Jakarta International Marathon 2026

- Minggu, 14 Juni 2026 | 08:15 WIB
Musik Marawis Kobarkan Semangat Pelari di BTN Jakarta International Marathon 2026

Lantunan musik marawis dari kelompok Sanggar Rotul Asyikin menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam perhelatan BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Alih-alih hanya berteriak atau bertepuk tangan, para pemain musik religi ini memilih cara yang lebih meriah untuk membakar semangat puluhan ribu peserta yang berlari di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Perwakilan Sanggar Rotul Asyikin, Zakaria, mengaku sangat antusias dapat ambil bagian dalam ajang lari bergengsi tersebut. “Excited banget, dan pesertanya alhamdulillah ini meriah dan ramai banget sampai puluhan ribu,” ujarnya di Bundaran HI, Minggu, 14 Juni 2026.

Zakaria menjelaskan bahwa pihaknya ditunjuk langsung oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta yang bekerja sama dengan BTN untuk memeriahkan acara. Para pemain musik sudah bersiaga sejak pukul 03.00 WIB, jauh sebelum pelari memulai start. “Kita standby dari jam 03.00 WIB tadi,” kata dia.

Penampilan unik ini tidak hanya sekadar pengisi acara. Ketukan rebana marawis yang khas berhasil mencuri perhatian para pelari dan penonton yang melintas. Banyak di antara mereka yang tampak penasaran dan berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Semangat para pemain musik pun tidak kalah dengan para atlet yang berlari. Mereka berkomitmen untuk terus menghibur hingga peserta terakhir melewati titik tersebut. “Jadi kita nggak mau kalah semangatnya sama yang pelari kan,” tegas Zakaria.

Sementara itu, Sanggar Rotul Asyikin mendapat jadwal tetap di titik enam sepanjang rute perlombaan. “Nggak, kita memang dapat floating di titik enam ini sampai selesai, sampai peserta terakhir selesai,” ujar dia menegaskan.

Dengan totalitas penampilan yang ditunjukkan, kelompok seni ini berhasil memberikan warna tersendiri bagi perhelatan BTN Jakim 2026. Musik marawis yang biasanya identik dengan acara keagamaan, kali ini menjelma menjadi pengobar semangat di tengah hingar-bingar ajang olahraga internasional.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar