Dua Napi Belanda Dijemput Pesawat KLM Usai Raja Willem Alexander Surati Prabowo

- Selasa, 02 Desember 2025 | 22:18 WIB
Dua Napi Belanda Dijemput Pesawat KLM Usai Raja Willem Alexander Surati Prabowo

Dua narapidana asal Belanda akhirnya akan dipulangkan ke negara asalnya. Kabar ini datang setelah pemerintah Indonesia dan Belanda sepakat lewat sebuah practical arrangement atau kesepakatan praktis. Prosesnya sendiri ternyata berjalan cukup cepat.

Kedua pria itu adalah Siegfried Mets, 73 tahun, dan Ali Tokman yang berusia 64 tahun. Mereka berdua terlibat kasus narkotika. Vonisnya pun berat. Siegfried harus menghadapi hukuman mati, sementara Ali dijatuhi pidana penjara seumur hidup.

Menurut penjelasan Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, pemindahan tahanan ini bukan inisiatif sepihak. Ada permintaan resmi yang dilayangkan. Permintaan itu datang dari Kementerian Luar Negeri Belanda, bahkan Raja Willem Alexander sendiri turut menyurati Presiden Prabowo Subianto.

"Atas permintaan resmi yang diajukan oleh Kementerian Luar Negeri Belanda, Menlu Belanda kepada kami, dan juga permintaan dari Raja Belanda kepada Presiden Prabowo Subianto tentang hal ini, dan direspons dengan positif oleh beliau bahwa kita akan segera memproses pemulangan dua narapidana ini," ujar Yusril dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/12).

Ia menambahkan, proses negosiasi berlangsung singkat. "Dalam waktu yang sebenarnya tidak terlalu lama kami sudah menyelesaikan perundingan dan menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Belanda," jelasnya.

Jadwalnya pun sudah fix. Rencananya, kedua napi akan segera diterbangkan ke Belanda pada Senin, 8 Desember 2025 mendatang. Mereka akan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan pesawat KLM, tepatnya pukul 19.25 WIB.

"Jadi insyaallah nanti tanggal 8 Desember tahun 2025 ini keduanya akan diterbangkan ke Belanda dengan menggunakan pesawat KLM jam 19.25 [WIB] dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta," terang Yusril.

Momen penyerahan di bandara menjadi titik krusial. Yusril menekankan, begitu mereka diserahkan kepada petugas yang ditunjuk Belanda, di situlah tanggung jawab sepenuhnya beralih ke pemerintah sana. "Tanggung jawab sudah beralih kepada pemerintah Belanda," paparnya.

Di sisi lain, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, tampak lega. Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam.

"Saya sangat bersyukur Indonesia mengizinkan kedua tahanan [asal] Belanda ini untuk lebih dekat dengan keluarga mereka, dan kami meminta hal ini atas dasar kemanusiaan, sebagaimana telah ditegaskan oleh menteri [Yusril]," tutur Marc.

Bagi Dubes Gerritsen, langkah ini lebih dari sekadar pemindahan tahanan. Ia melihatnya sebagai cermin hubungan bilateral yang solid. "Pemindahan ini menggambarkan hubungan yang hangat dan kuat antara kedua negara kita," imbuhnya.

Ia pun berharap kerja sama baik ini bisa terus berlanjut. "Hari ini adalah momen penting dalam hubungan ini, dan saya berharap dapat memperkuatnya lebih jauh lagi di masa mendatang," ucap Marc menutup pernyataannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar