Sebanyak 2.000 mushaf Alquran diwakafkan oleh Sinar Mas, tepatnya melalui Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM), kepada Dewan Masjid Indonesia. Penyerahan simbolis itu dilakukan langsung kepada Ketua Umum DMI, Muhammad Jusuf Kalla, beberapa waktu lalu.
Menurut Saleh Husin, Ketua Umum YMSM, langkah ini bukan sekadar seremonial. Ia berharap wakaf tersebut bisa memperkuat solidaritas dan kepedulian antarumat. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai upaya konkret untuk meningkatkan literasi keimanan.
“Upaya kita untuk meningkatkan kualitas hidup umat, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan, sejalan dengan nilai-nilai dalam Alquran. Karena itulah, wakaf ini kami harap dapat membantu meningkatkan literasi keimanan kita bersama,” ujar Saleh Husin dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Acara penyerahan itu sendiri dihadiri sejumlah pengurus YMSM. Antara lain Feri Wibisono, Gatot Eddy, Mayerfas, dan Widyo Pramono. Rencananya, mushaf-mushaf itu akan disalurkan DMI ke berbagai tempat ibadah yang memang membutuhkan.
Nah, di sisi lain, momen Ramadan ini dimanfaatkan betul sebagai ajang silaturahim. Feri Wibisono menyebut, kegiatan semacam ini memberi kesempatan bagi yayasan untuk memperluas wawasan seputar pembangunan keimanan, khususnya di lingkungan kerja Sinar Mas sendiri.
Secara internal, YMSM memang berperan sebagai wadah praktik keislaman yang terbuka dan toleran. Ke luar, yayasan aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang punya visi serupa.
Jika dirunut, program serupa sudah berjalan cukup lama. Sejak 2008 lalu, dengan dukungan dari APP Group, tercatat sudah 1,4 juta lebih mushaf yang didonasikan. Jangkauannya luas sekali mulai dari lembaga agama, sekolah, komunitas, hingga pos-pos TNI-Polri di daerah terpencil sekalipun.
Artikel Terkait
Wakapolri Resmikan 17 Jembatan untuk Perkuat Konektivitas di Kolaka
Wamen Sosial Dorong Kolaborasi Pemerintah-Swasta untuk Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 16,7 Miliar untuk Korban Banjir Langkat
BMKG Tegaskan Potensi Gempa M8,7 di Selatan Jawa, Fokus pada Mitigasi Bukan Prediksi