Presiden Prabowo Subianto mendesak agar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) digeber. Targetnya ambisius: 100 Gigawatt. Tapi, ya, jalan menuju swasembada energi itu nggak bisa instan. Langkah awal mesti realistis.
Rosan Roeslani, yang menjabat Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara, baru saja keluar dari rapat di Istana. Wajahnya tampak serius. Menurut dia, untuk permulaan, fokusnya adalah menyelesaikan kapasitas 13 GW dulu.
"Tadi diprioritaskan mungkin di daerah-daerah yang memang sudah punya distribusinya," jelas Rosan, Jumat lalu.
"Jadi kurang lebih dari usulan tadi dari 100 GW jadi 13 GW terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan."
Nah, kabar baiknya, modal buat proyek raksasa ini sudah mulai mengalir. Rosan menyebut ada investasi senilai 4,1 miliar dolar AS yang sudah masuk, khusus untuk membangun ekosistem industri tenaga surya dalam negeri. Dana segitu, klaimnya, bisa mendukung setengah dari target akhir, yakni sekitar 50 GW.
"Jadi itu juga sudah investasi sudah masuk, akhir tahun ini akan selesai," katanya lagi.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Aman Meski Konflik Timur Tengah Meluas
Imsak di Bogor Pukul 04.33 WIB, Berikut Jadwal Salat Lengkap 7 Maret 2026
Iran: 30 Persen Korban Tewas dalam Konflik Terbaru adalah Anak-anak
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis