Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencoba menenangkan publik. Ia menyatakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap aman. Kuncinya? Diversifikasi. Indonesia, kata Bahlil, tak lagi bergantung penuh pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.
“Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil,” jelas Bahlil.
Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat lalu. Intinya, pemerintah sudah menyiapkan sumber alternatif jauh-jauh hari.
Jadi, meskipun konflik di Timur Tengah berkepanjangan, stok minyak kita diklaim takkan terganggu. Bahlil bahkan menyebut untuk solar, produksi dalam negeri sudah bisa memenuhi kebutuhan secara penuh. Ini kabar baik, tentu saja.
Artikel Terkait
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak
Menteri Keuangan Siapkan Skenario Antisipasi Defisit Jika Harga Minyak Capai USD92
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari Seminggu untuk Kantor Pemerintah, Antisipasi Krisis Energi Global
Dokter Kecantikan Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan