Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencoba menenangkan publik. Ia menyatakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap aman. Kuncinya? Diversifikasi. Indonesia, kata Bahlil, tak lagi bergantung penuh pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.
“Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil,” jelas Bahlil.
Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat lalu. Intinya, pemerintah sudah menyiapkan sumber alternatif jauh-jauh hari.
Jadi, meskipun konflik di Timur Tengah berkepanjangan, stok minyak kita diklaim takkan terganggu. Bahlil bahkan menyebut untuk solar, produksi dalam negeri sudah bisa memenuhi kebutuhan secara penuh. Ini kabar baik, tentu saja.
Namun begitu, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Jangan mudah terpancing isu.
“Insyaallah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman,” tegasnya.
Ia pun punya pesan jelas: “Jadi tidak perlu ada panic buying. Jadi enggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru. Insyaallah aman.”
Dengan langkah antisipasi ini, pemerintah berharap stabilitas pasokan energi bisa terjaga. Ketersediaan BBM di SPBU pun diharapkan tetap normal tanpa gejolak yang berarti.
Artikel Terkait
Prabowo dan Albanese Sepakati Ekspor Pupuk Urea 250.000 Ton ke Australia
Kejagung Gelar Lelong Mobil Mewah Hasil Sitaan Korupsi di BPA Fair 2026
Satgas Polres Tangsel Amankan 10 Tersangka dan 22 Motor dalam Operasi Pemberantasan Curanmor
BI Siap Perkuat Intervensi untuk Tahan Pelemahan Rupiah